Polisi Didesak Tuntaskan Kasus Bawang Putih Sembalun

Surya Perkasa    •    Rabu, 04 Jul 2018 21:47 WIB
pangan
Polisi Didesak Tuntaskan Kasus Bawang Putih Sembalun
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Mataram: Polisi didesak tuntaskan kasus dugaan penyimpangan proyek pengadaan benih bawang putih lokal tahun anggaran 2017 yang terjadi di wilayah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kalau memang itu merugikan masyarakat, pengusutannya harus dilanjutkan," kata Anggota Komisi II DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) Sakduddin di Mataram, Rabu, 4 Juli 2018.

Sakdudin mengimbau kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang diduga menyeret sejumlah pejabat pemerintah tersebut. DPRD NTB juga akan mengkaji ulang terhadap proses pendistribusian benih bawang putih.

Dewan menyatakan siap kooperatif dengan Polda NTB untuk mengumpulkan data dan keterangan (Pulbaket). DPRD NTB juga akan melihat proses pendistribusian dan indikasi pemotongan jatah kelompok tani.

"Kita akan telusuri dulu, kita rapatkan dulu di komisi, mungkin juga akan kita cek ulang ke lapangan untuk melihat apa yang dipersoalkan," ujarnya.

Anggota DPD RI Farouk Muhammad sebelumnya meminta Polda NTB untuk proaktif mengusut dugaan penyimpangan proyek pengadaan benih bawang putih lokal tahun anggaran 2017 di wilayah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Sebagai mantan Kapolda NTB, Farouk berharap kepolisian setempat mampu mengusut dugaan keterlibatan oknum Dinas Pertanian (Distan) NTB maupun Kementerian Pertanian yang bertanggungjawab dalam pendistribusian bibit bawang putih.

"Dalam persoalan ini Polda NTB harus banyak mencari di lapangan, harus proaktif. Disini, fungsi deteksi dininya harus lebih ditingkatkan," kata Farouk.

Terus proses

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin mengaku, timnya masih berupaya mengumpulkan data dan keterangan. Terutama soal perbuatan melawan hukum dalam pengadaan.

Menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, ada 350 ton benih bawang putih lokal yang didistribusikan kepada 181 kelompok tani yang tersebar di 18 desa se-Kabupaten Lombok Timur.

Dengan luasan yang berbeda-beda, setiap kelompok tani mendapatkan kuota benih lokal bersama dengan paket pendukung hasil produksinya, mulai dari mulsa, pupuk NPK plus, pupuk hayati ecofert, pupuk majemuk, dan pupuk organik.

Benih bawang putih lokal sebanyak 350 Ton dibeli dari hasil produksi petani di Kecamatan Sembalun pada periode panen pertengahan tahun 2017.

Benih bawang putih lokal dibeli pemerintah melalui salah satu BUMN yang dipercaya sebagai penangkar yakni PT. Pertani, dimana pembeliannya menggunakan anggaran APBN-P 2017 senilai Rp30 miliar.

Namun pada saat pendistribusian bantuannya di akhir tahun 2017, banyak kelompok tani yang mengeluh tidak mendapatkan jatah sesuai data. Bahkan ada sebagian dari kelompok tani yang tidak sama sekali mendapatkan jatah.


(SUR)