Dinkes Provinsi Kalbar akan Selidiki Obat Kedaluwarsa di RSUD Soedarso

Agung Widura    •    Selasa, 18 Apr 2017 15:47 WIB
malapraktik
Dinkes Provinsi Kalbar akan Selidiki Obat Kedaluwarsa di RSUD Soedarso
Edi Yasmin saat ditengok kerabatnya di di RSUD Soedarso, Pontianak, Kalimantan Barat -- MTVN/Agung Widura

Metrotvnews.com, Pontianak: Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Barat mengaku belum menerima laporan terkait dugaan malapraktik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso. Namun, mereka akan menyelidiki dugaan pemberian obat kedaluwarsa kepada salah satu pasien.

"Obat kedaluwarsa itu artinya sudah tidak boleh diberikan kepada pasien, harus disingkirkan. Saya belum tahu persis kronologinya, tapi kami akan menyelidiki," kata Kepala Dinkes Provinsi Kalimantan Barat Andy Jap, Selasa, 18 April 2017.

Andy menjelaskan, diperlukan ketelitian dari berbagai pihak untuk mencari benang merah dalam permasalahan ini. Jalan masuk obat dimulai dari gudang farmasi di rumah sakit. Dari gudang, obat dikeluarkan ke unit-unit pengelola obat atau ke apotek.

"Itu yang nanti dicari, siapa yang salah. Tapi, yang jelas, kalau obat expired tidak boleh sampai ke pasien. Harusnya, kalau ada obat yang sudah kedaluwarsa, pihak rumah sakit menyimpan tersendiri. Nanti baru dimusnahkan. Itu ada prosedur pemusnahan obat expired, tidak asal-asalan," terang Andy.

(Baca: Seorang Pasien RSUD Soedarso Diduga Jadi Korban Malapraktik)

Menurut Andy, Dinas Kesehatan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pembinaan serta pengawasan di setiap rumah sakit. "Dalam hal ini, kita akan turunkan tim ke sana untuk kita cek di mana prosedur kesalahannya. Kita sudah sampaikan kepada pihak rumah sakit untuk segera memilah obat-obat yang sudah kedaluwarsa," jelasnya.

Terpisah, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis M.H. mengimbau agar permasalahan ini segera dicek kebenarannya. Pihak rumah sakit juga dituntut bekerja lebih hati-hati.

"Jika terbukti salah, harus ditindak tegas menurut undang-undang. Karena kita bekerja menurut peraturan undang-undang dan selurus-lurusnya," tegas Cornelis.

Sebelumnya, Edi Yamin, 50, diduga mendapatkan obat kedaluwarsa untuk sakit paru-paru yang dideritanya. Seorang perawat memberikan obat berupa cairan dengan tanggal kedaluwarsa April 2017.


(NIN)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

5 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA