Imigrasi Makassar Gagalkan Pemberangkatan Haji Ilegal

Andi Aan Pranata    •    Kamis, 10 Aug 2017 17:15 WIB
haji 2017
Imigrasi Makassar Gagalkan Pemberangkatan Haji Ilegal
Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sulsel Ramli HS

Metrotvnews.com, Makassar: Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Makassar, Sulawesi Selatan, menggagalkan pemberangkatan 40 calon haji ilegal yang berupaya ke Tanah Suci melalui negara lain. Aktivitas rombongan ini terbongkar berkat koordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan.

Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sulsel Ramli HS mengungkapkan, rencana keberangkatan itu terungkap di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Senin, 7 Agustus lalu. Saat itu petugas imigrasi pada sesi wawancara singkat curiga dengan keterangan calon penumpang.

Berdasarkan penelusuran petugas, 40 orang tersebut akhirnya diketahui hendak ke Arab Saudi melalui rute yang tidak biasa. Yakni dari Makassar ke Singapura, Sri Lanka, dan Arab Saudi. Dari kota terakhir, barulah mereka menempuh perjalanan darat ke Mekkah dan Madinah.

“Alasan mereka mencurigakan dan tidak logis. Ada yang berdalih berziarah atau wisata, padahal pemerintah Arab Saudi selektif mengeluarkan izin tersebut selama musim haji. Ada juga yang mengaku sebagai peserta haji plus,” kata Ramli di kantornya, Kamis, 10 Agustus 2017.

Ramli mengatakan, para calon penumpang tersebut diduga berupaya menjalankan ibadah haji yang tak sesuai prosedur dan daftar tunggu. Peserta haji plus pun, dia melanjutkan, punya aturan khusus.

“Bukan maksud kami menghalangi mereka beribadah, tapi ya sesuai prosedur,” ujarnya.

Dari pemeriksaan petugas, 40 orang asal Makassar tercatat memiliki visa dari Kerajaan Arab Saudi. Mereka dibantu sebuah perusahaan travel. Namun visa tersebut dikeluarkan untuk keperluan ziarah, bukan untuk keperluan haji.

“Kami sudah memanggil pihak travel. Mereka sejauh ini cukup kooperatif, dan bersedia mengembalikan sebagian besar dana konsumen. Sedangkan 40 orang itu sudah dipulangkan, setelah dokumen perjalanannya disita,” kata Ramli.


(ALB)