Siswa di Sulut Mendukung Aturan Sekolah Lima Hari

Mulyadi Pontororing    •    Senin, 19 Jun 2017 14:20 WIB
sekolah
Siswa di Sulut Mendukung Aturan Sekolah Lima Hari
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Manado: Sekolah lima hari sebenranya bukan hal asing lagi bagi sebagian besar sekolah di Sulawesi Utara. Sejumlah sekolah di Sulut sudah menerapkan sekolah lima hari sejak jauh-jauh hari.

Equino Makadolang, siswa kelas XII SMK Cokroaminoto Kotamobagu, mengatakan, sekolah lima hari sudah diterapkan sejak dirinya pertama masuk. Ia mengaku mendukung sekolah lima hari karena banyak waktu yang bisa dihabiskan untuk hal-hal positif.

"Dari pada keluyuran usai sekolah, kan malah sia-sia. Apalagi jika dihabiskan untuk hal-hal negatif, itu kan rugi," kata Equino usai loma cerdas cermat tingkat SLTA di Kantor Diknas Sulut, Manado, Senin 19 Juni 2017.

Hal senada disampaikan Madrline Maliangkay, siswa SMA Negeri 3 Minahasa. Menurutnya, penerapan sekolah lima hari bagus bagi anak-anak sseusianya.

"Kalau pulangnya sore kan waktu-waktu untuk nongkrong bisa dikurangi. Apalagi sekarang banyak anak sekolah yang menghabiskan waktu hanya untuk nongkrong dan melakukan hal-hal tak bagus, seperti miras. Kalo jam sekolah sampai sore, Kita bisa fokus ke hal-hal positif seperti belajar. Ini malah bagus," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ricky Kansil, siswa SMA Negeri 2 Bitung, mengaku sekolah lima hari sudah lama dijalaninya. "Kami (sekolah) cuma sampai Jumat. Jadi sudah terbiasa," katanya.

Meskipun kegiatan belajar mengajar hanya sampai pukul 14.00 WIB, Ricky sering pulang pukul 17.00 WIB. "Itu karena ada ektrakurikuler setiap sore. Jadi, pulangnya juga sore, kadang menjelang malam. Itu juga banyak PR (pekerjaan rumah) dari guru," ujarnya.

Ricky berharap, pekerjaan rumah bisa dikurangi jika kebijakan sekolah lima hari jadi diterapkan. "Kan seharian sudah di sekolah. Kalau tugas-tugas rumah juga menumpuk, bisa kelelahan nantinya," keluhnya.

(Baca: Muhadjir Jelaskan Kebijakan 5 Hari Sekolah kepada Presiden)

Sementara itu, Dinas Pendidikan Sulawesi Utara mengaku sudah menyiapkan sejumlah agenda penerapan sekolah lima hari. Salah satunya mengumpulkan seluruh kepala sekolah untuk membahas aturan tersebut pada Selasa, 20 Juni 2017.

Kepala Bidang Urusan SMA dan SMK Diknas Sulut Arthur D Tumimpa mengatakan, pelaksanaan lima hari sekolah masih menunggu ketetapan dari pemerintah pusat. "Meski sudah ada peraturan menteri, tapi kan masih ada perdebatan. Nanti kita lihat perkembangannya seperti apa," kata dia.

Menurut Arthur, penerapan sekolah lima hari tentunya mempunyai syarat dan ketentuan. Semisal, soal sarana dan prasarana serta tenaga pengajar.

"Nah, di sini kami akan lihat mana saja sekolah-sekolah yang layak atau perlu ada pembenahan," ujarnya.

Selain itu, permasalahan jam pelajaran yang harus disesuaikan dengan aturan baru yang belum diketahui pasti. "Seperti ada siswa yang usai jam sekolah membantu orang tuanya. Nah bagaimana kita menyiasati itu. Untuk itu kita masih tunggu perkembangan di pusat. Tapi kita di provinsi tetap mempersiapkan diri untuk menjalankan mekanismenya," tandasnya.

(Baca: Sekolah Lima Hari)


(NIN)