Emil: Komunikasi Politik Harus Cair

Damar Iradat    •    Senin, 20 Mar 2017 02:55 WIB
pilkada jabar
Emil: Komunikasi Politik Harus Cair
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam sebuah kesempatan wawancara. (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Ridwan Kamil tidak mau terburu-buru membuka komunikasi politik dengan partai lain guna maju dalam Pilkada Jawa Barat 2018. Dia ingin komunikasi dengan partai mengalir begitu saja.

Wali Kota Bandung itu kini sudah mengantongi dukungan dari Partai NasDem, namun, dengan posisi NasDem di DPRD Jawa Barat cuma lima kursi, Ridwan dipastikan membutuhkan dukungan dari partai lain untuk maju dalam Pilkada Jabar 2018. Sebab, dalam aturannya, partai politik baru bisa mengusung calon gubernur, kursi DPRD provinsi minimal 20 persen atau akumulasi perolehan suara sah mencapai 25 persen.

"Kalau dalam politik, komunikasi tidak ada teori. Intinya, masing-masing menyampaikan aspirasi," kata Ridwan dalam program Prime Time News di Metro TV, Minggu 19 Maret 2017.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menambahkan, komunikasi dengan Partai NasDem sejatinya telah dilakukan jauh-jauh hari. Komunikasi politik juga tidak dilakukan secara formal.

Emil menceritakan, pertemuannya dengan Ketua Umum partai NasDem, Surya Paloh dalam acara Jazz Festival beberapa waktu lalu di Hotel Papandayan, juga merupakan bagian komunikasi politik dengan NasDem. Ia juga sempat berbicara dengan Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustopa.

"Komunikasi politik itu tidak ada pola. Santai saja. Lagi ngopi, ngomong-ngomong. Ya, cair. lama-lama mengerucut," tutur dia.

Ia mengakui, keputusan NasDem mendukungnya begitu cepat kemungkinan besar dipicu oleh faktor survei yang telah dilakukan beberapa kali. Dalam hasil survei, elektabilitas Emil kerap menjadi yang pertama.

"Kalau bicara tanpa data kan susah. Kalau bicara politik hari ini, politik praktis, pilkada, survei itu referensi utama," tandas Emil.



(SCI)