Ribuan Pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi Mogok Jualan

Farhan Dwitama    •    Senin, 13 Nov 2017 12:06 WIB
mogok jualan
Ribuan Pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi Mogok Jualan
Ilustrasi suasana Pasar Tanah Tinggi, Tangerang, Banteng. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia

Metrotvnews.com, Tangerang: Ribuan pedagang pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang, Banten, mogok berjualan. Mereka menuntut sejumlah permintaan terkait masalah kerja sama dengan pengelola pasar.

Ada tujuh poin yang menjadi tuntutan para pedang. Salah satunya terkait retribusi wajib Rp100 per kilogram bagi barang yang masuk. Setiap harinya ada tujuh ribu ton barang masuk.

"Rp700 juta mereka dapatkan dari pedagang pe rhari. Setiap bulan itu mereka akan mengambil keuntungan kurang lebih 21 miliar. Ini sangat merugikan kami,” ucap dia Koordinator Pedagang pasar induk Tanah Tinggi, Luster Siregar, Senin 13 November.

Pemaksaan kontrak kios juga jadi ersoalan lain yang tidak kalah penting. Pedagang, kata Luster, dipaksa memperpanjang sampai 2026. Padahal kontrak baru akan berakhir tahun 2021.

"Kontrak kami adalah sewa guna selama 20 tahun sejak 2002 sampai 2021, tapi ini masih ada 4 tahun ke 2021 kami sudah dimintakan uang perpanjangan kontrak sampai 2026," cetus dia.

Pemerintah Kota Tangerang diminta segera turun tangan. Dia pun menyebut pedaganga bakal berdemonstrasi hingga Rabu, 15 November 2017.

Sekitar 80 persen pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi ikut mogok. Setidaknya ada 1.000 pedagang yang memutukan tidak bertransaksi.

"Dengan segala resiko harus kita lakukan. Kalau tidak demikian, kesewenang-wenangan pihak pengelola akan berlanjut,” tegasnya.

 
(SUR)