Pintu Masuk Ibu Kota Dijaga Ketat

   •    Rabu, 30 Nov 2016 06:59 WIB
unjuk rasa
Pintu Masuk Ibu Kota Dijaga Ketat
Polisi menjaga Gedung DPR menyusul isu unjuk rasa pada Jumat 25 November 2016. Antara Foto/M. Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Karawang: Sedikitnya 646 personel terdiri dari BKO Brimob, Pengendalian Massa, Lalu Lintas, Reserse dan Kriminal, Intel Polda Jawa Barat serta TNI, menjaga sejumlah titik pelintasan peserta Aksi 212 di Jakarta, demi menghalau kemungkinan munculnya gangguan keamanan.

Penjagaan dilakukan pada rest area Tol Jakarta-Cikampek Km 62, Km 52, dan Km 42, Lalu, pintu Tol Kalihurip, pintu Tol Karawang Timur, serta pintu Tol Karawang Barat. Pengamanan juga dilakukan di sejumlah stasiun kereta api Cikampek, Klari, dan Karawang.

Sejumlah titik vital seperti Kantor Pemkab Karawang juga mendapat penjagaan. "Guna mengamankan pengunjuk rasa yang akan melintasi Kabupaten Karawang," kata Wakil Kepala Polres Karawang Kombes Irwansyah seusai memimpin gelar pasukan pengamanan, Selasa (29/11/2016).

Dari Jawa Tengah, sebanyak 1.249 personel keamanan dari Polres Brebes juga menjaga ketat titik-titik masuk dan keluar perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Sebagai upaya untuk pencegahan dan penyekatan terhadap kelompok massa yang akan bergabung dalam Aksi Bela Islam Jilid III," ujar Kapolres Brebes AKB Lutfhie Sulistiawan.

Bentuk antisipasi lain dilakukan dengan merazia penumpang bus yang melewati Pasuruan, Jawa Timur. Satu per satu bus penumpang yang masuk ke Terminal Untung Suropati Pasuruan, tidak lepas dari pemeriksaan petugas.

Penumpang bus ditanyai tujuannya dan barang bawaannya digeledah satu per satu. Jika barang bawaan ditemukan benda-benda yang mencurigakan, polisi langsung mengamankan barang dan pemiliknya.

Seperti seruan di Jakarta, Presidium Forum Umat Islam (FUI) Sulawesi Tengah Ustad Hartono mengatakan Aksi 212 akan dilaksanakan secara super damai.

"Sifatnya seperti tablig akbar, kemudian orasi menyampaikan tuntutan, meminta penegak hukum untuk meluruskan kasus ini. Jangan diberikan celah kepada masyarakat untuk curiga kepada penegak hukum."

Aksi 2 Desember merupakan lanjutan dari unjuk rasa Jumat 4 November. Saat itu, ribuan orang menuntut penegak hukum mengusut kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. (Media Indonesia)


(TRK)