Kiprah Gubernur Kaltim dalam Pelestarian Alam

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 23 Dec 2016 18:00 WIB
berita kaltim
Kiprah Gubernur Kaltim dalam Pelestarian Alam
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak hadir dalam penyelenggaraan Conference of Parties 21 (COP 21) di Paris, Prancis, 30 November - 11 Desember 2015 (Foto:Humas Pemprov Kaltim)

Metrotvnews.com, Samarinda: Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan salah satu daerah yang memiliki komitmen kuat dalam menjaga kelestarian alam. Kebijakan yang berpihak pada lingkungan tersebut berbuah apresiasi di tingkat nasional dan internasional.

Hal itu dibuktikan dengan diundangnya Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam penyelenggaraan Conference of Parties 21 (COP 21) di Paris, Prancis, 30 November - 11 Desember 2015.

Pada saat itu, rombongan dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. Awang tak sekadar hanya menjadi bagian dari peserta. Dia dipercaya sebagai salah satu pembicara utama. Kesempatan pertama diberikan kepada Awang untuk menjadi pembicara utama pada panel diskusi Green Growht di Indonesia Pavilion.

Selanjutnya, kesempatan kedua diberikan kepada gubernur pada 6 Desember 2015 dalam diskusi panel The Landscape Forum. Namun, berhubung harus kembali ke Tanah Air, Awang tidak bisa hadir dan digantikan oleh Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Daddy Ruchiyat.

Prestasi ini merupakan buah kerja keras dan komitmen kuat Awang dalam mengantisipasi pemanasan global dan perubahan iklim. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui berbagai kebijakan yang sudah dilaksanakan.

"Saya bersyukur mendapatkan kesempatan ini karena dinilai menjadi salah satu gubernur di Indonesia yang mempunyai komitmen kuat dalam antisipasi pemanasan global dan perubahan iklim," kata Awang.

Dalam COP 21 tersebut Awang mengangkat isu penting mengenai kebijakan yang diterapkan dalam meningkatkan perekonomian yang diikuti dengan memperbaiki kualitas lingkungan. Kebijakan itu diterapkan oleh beberapa negara lain selain Indonesia, yaitu Brasil dan Meksiko.

Dalam presentasinya, Awang menjelaskan bagaimana upaya Pemerintah Provinsi Kaltim dalam upaya menstabilisasi gas rumah kaca global. Kaltim juga memiliki tiga dokumen yang mencakup strategi pembangunan dan perencanaan pembangunan.

Program tersebut berupa strategi pembangunan berkelanjutan rendah emisi di Kalimantan Timur, rencana aksi daerah penurunan emisi gas rumah kaca (RAD GRK) yang telah disahkan dengan SK Gubernur Nomor 54 Tahun 2012, serta strategi rencana aksi provinsi implementasi REDD+ Provinsi Kaltim.

"Ketiga dokumen tersebut selama ini dihargai secara nasional dan internasional karena telah sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN GRK) dan Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN API)," kata Awang.

Selain itu, Awang menegaskan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia untuk pengarusutamaaan isu perubahan iklim baik di tingkat provinsi maupun di level kabupaten dan kota di Kaltim.


(ROS)