Karmila Sempat Berpikir Ajal Tiba saat Bus Terguling

Farhan Dwitama    •    Selasa, 13 Feb 2018 09:36 WIB
kecelakaan lalu lintas
Karmila Sempat Berpikir Ajal Tiba saat Bus Terguling
Karmila, 44, korban kecelakaan tanjakan Emen yang selamat menceritakan kronologis bus nahas yang dia tumpangi, Senin, 12 Februari 2018. Foto: Medcom.id/Farhan Dwitama

Tangerang: Karmila, 44, korban kecelakaan tanjakan Emen, tak menyangka bisa terhindar dari maut. Bus yang ditumpanginya terguling setelah menabrak sepeda motor, pada Sabtu 10 Februari 2018, dan menewaskan 26 penumpang lain.

Sat bus terguling, rasa takut berkecamuk. Ajal terasa dekat. “Dalam hati saya bilang, yah gua mati dah, gua mati di sini dah,” ucapnya saat ditemui di kediamannya di Legoso, Kota Tangerang Selatan.

Mila, sapaan karibnya, pergi bersama tiga rombongan bus yang diisi 151 orang anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Permata, kader Posyandu dan ibu PKK di Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur. Istri dari Zaelani, 47, ini anggota KSP dan kader Posyandu yang rapat tahunan di luar kota sambil pelesiran bersama.

(Baca: 18 Jenazah Korban Tanjakan Emen Dimakamkan Satu Liang Lahat)

Ibu beranak empat ini memutuskan pergi tanpa membawa anak dan suami. Memang, dia sempat mendapat perasaan tak nyaman sesaat setelah bus melaju dari Ciputat menuju Lembang.

“Perasaan bus kok begini amat, jalanya pelan, enggak kaya bus-bus lain. Kalau yang saya naikin itu malah enggak ngebut,” bilangnya.

Bersyukur dari 51 penumpang yang ada di bus rombongan pertama itu, Mila hanya mengalami memar di lengan dan kaki kirinya. Dia pun tak tahu memarnya karena terbentur apa. "Saya juga enggak ngeh," ucap dia.

(Baca: Santunan Tiga Korban Meninggal Tanjakan Emen Belum Cair)

Sementara, 26 korban meninggal dunia akibat insiden itu. Mereka adalah tetangga, kerabat dan keluarga Mila.

“Saudara saya sendiri saja berapa yang meninggal, yang masih dirawat juga ada banyak, memang bus pertama itu kebanyakan warga sekitar sini. Kalau di bus 2 itu ada Lurah dan staf-staf kelurahan, bus 3 itu campur-campur ada warga Cirendeu, dan dari mana-mana. Makanya kenapa bus pertama ini penuh, padahal bus lainya banyak bangku kosong,” kata dia.

Mila merupakan korban selamat dalam insiden kecelakaan maut di jembatan Emen, dia terbilang sakti, karena hanya mengalami luka memar di kaki dan lengan kiri. Padahal dalam insiden itu, 27 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 18 orang lainya dinyatakan luka-luka.

(Baca: Polisi Selidiki Kelaikan Bus Terguling di Tanjakan Emen)


(SUR)