PVMBG: Satus Gunung Agung Kita Lihat 2 Minggu ke Depan

Raiza Andini    •    Rabu, 04 Oct 2017 16:43 WIB
gunung berapierupsi gunungerupsi gunung agung
PVMBG: Satus Gunung Agung Kita Lihat 2 Minggu ke Depan
Gunung Agung dalam status awas. Foto: MTVN/Raiza Andini

Metrotvnews.com, Karangasem: Masyarakat Bali, Indonesia bahkan internasional memantau Gunung Agung dengan harap-harap cemas. Entah kapan gunung tertinggi di Pulau Dewata itu akan meletus.

Gempa tektonik dan vulkanik telah ratusan kali terjadi sejak status awas disematkan pada 22 September 2017. Tapi tanda-tanda gunung setinggi 3.142 MBPL itu memuntahkan lahar tak kunjung hadir.

Kabid Mitigasi Gunung Agung PVMBG Kementerian ESDM I Gede Suantika mengaku kewalahan dengan banyaknya pertanyaan warga ihwal kapan Gunung Agung akan meletus. Dia meminta warga untuk bersabar dan menunggu sekitar dua pekan lagi.

"Bisa saja mundur erupsinya, ya kita lihat dua minggu ke depanlah. Ya gitulah namanya juga pantauan," terang Suantika di Pos Pengamatan Gunung Agung PVMBG Kementerian ESDM, Desa Rendang, Karangasem, Rabu 4 September 2017.

Dalam pantauan dua pekan ke depan, PVMBG akan memastikan apakah Gunung Agung akan erupsi atau gagal erupsi (failed erruptions).

Saat ini, aktivitas Gunung Agung aktivitas cenderung menurun dibanding saat berstatus waspada. Namun, dia memastikan bahwa saat ini Gunung Agung dalam kondisi yang kritis.

Pergerakan magma telah mencapai pada sektor permukaan batas vulkanik dangkal atau lima kilometer dari puncak gunung ke bawah. Gempa kecil, tak berarti Gunung Agung telah tertidur.

"Menurun karena enggak ada gempa terasa yang besar enggak seperti yang dulu itu. Ini kritis karena kalau dibandingkan dulu tidak ada, gempa hariannya sekarang ada meskipun kecil," tambahnya.

PVMBG bersama tim Kementerian ESDM akan terus memantau aktivitas Gunung Agung selama 24 jam.

 


(SUR)

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

4 hours Ago

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Setya Novanto menjadi pintu masuk Kom…

BERITA LAINNYA