PMI Salurkan Tiga Juta Liter Air Bersih ke Sulteng

Antara    •    Jumat, 09 Nov 2018 13:15 WIB
Gempa Donggala
PMI Salurkan Tiga Juta Liter Air Bersih ke Sulteng
Relawan mengisi wadah dengan air bersih di kamp terpadu pengungsian korban likuifaksi Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (19/10/2018). ANTARA FOTO/Basri Marzuki.

Palu: Palang Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan tiga juta liter air bersih kepada para korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Bantuan air tersebut sudah dikirim secara berkala sejak sejak H+3 terjadi bencana.

"Hingga hari ini PMI telah memproduksi tidak kurang dari tiga juta liter air bersih dan mendistribusikan ke seluruh shelter di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala," kata Koordinator Team Water Sanitation and Hygiene (WASH) PMI Danus Raharjanto yang dihubungi di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 9 November 2018.

Danus menjelaskan, air bersih tersebut diambil dari sumber-sumber air bersih seperti sungai dan mata air di tiga daerah terdampak bencana, kemudian diolah kembali agar laik konsumsi.

Di Kota Palu, misalnya, sumber air diambil dan diolah menjadi air bersih dari Kelurahan Kawatuna, tepatnya di kawasan hutan Uentumbu, sedangkan di Kabupaten Sigi, diambil dari sumber mata air Bionga di Desa Kaleke.

"Air di sumber mata air Bionga bisa langsung diminum tanpa perlu dimasak, jadi kami memilih mengambil air untuk warga di Sigi di lokasi itu. Kalau di Kabupaten Donggala kita bekerja sama dengan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Donggala," jelas Danus.

Air bersih tersebut didistribusikan oleh 17 mobil tangki pengangkut air milik PMI yang dikerahkan dari sejumlah daerah di Indonesia untuk warga yang kekurangan air bersih dan ke seluruh tempat pengungsian yang dibangun PMI bersama mitra-mitra dari dalam dan luar negeri.

"Air bersih itu didistribusikan oleh 31 personel WASH setiap hari. Tiap mobil tangki dapat mendistribusikan air bersih hingga tiga kali," lanjut Danus .

Sementara itu, Ketua PMI Sulawesi Tengah yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Sulteng Hidayat Lamakarate mengatakan berdasarkan laporan yang dia terima, pengungsi umumnya sangat membutuhkan tempat Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) serta air bersih.

"Mengingat sumber air dari sumur masyarakat yang mengering pascabencana, mengakibatkan banyak warga mengalami kesulitan air bersih," ujar Hidayat.

Hidayat berupaya agar PMI Sulteng dibantu PMI dari berbagai daerah di Indonesia dapat bahu membahu memenuhi kebutuhan air bersih untuk korban pengungsi mengingat air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat.


(DEN)