Manajer ABU Tours Baru Tahu Jabatannya Saat Perusahaan Bermasalah

Andi Aan Pranata    •    Rabu, 17 Oct 2018 14:28 WIB
penipuanibadah umrahAbu Tours Travel
Manajer ABU Tours Baru Tahu Jabatannya Saat Perusahaan Bermasalah
Bos ABU Tours Hamzah Mamba dalam sidang lanjutan di PN Makassar

Makassar: Syarmila, Manajer Manifes ABU Tours Wilayah Indonesia Timur bersaksi di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 17 Oktober 2018. Jaksa penuntut umum menghadirkannya dalam sidang perkara penipuan, penggelapan, dan pencucian uang jemaah umrah dengan terdakwa Direktur Utama ABU Tours Hamzah Mamba.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Lumban Tobing, Syarmila mengungkapkan pengalamannya yang bekerja di ABU Tours sejak tahun 2013. Dia awalnya dapat bagian mengarsipkan kuitansi perusahaan. Mulai tahun 2015, dia beralih mengurusi manifes jemaah.

"Tapi saya tidak tahu berposisi sebagai manajer. Nanti bermasalah dan dipanggil ke Polda baru tahu bahwa saya manajer manifes," kata Syarmila.

Dalam persidangan, Syarmila bersaksi seputar daftar jemaah umrah ABU Tours. Dia membenarkan bahwa terdapat 96 ribu lebih jemaah di 16 provinsi yang gagal berangkat ke Tanah Suci. Jemaah itu seharusnya berangkat bertahap sejak Januari 2018.

Syarmila menyatakan bahwa 96 ribu jemaah adalah yang dinyatakan telah lengkap administrasi. Dalam artian mereka telah membayar lunas ongkos umrah. Namun dia tidak mengetahui soal aliran dana karena tugasnya sebatas rekapitulasi manifes.

"Sejak Januari 2018 (pemberangkatan) mulai tidak tepat waktu. Hambatannya kurang tahu, cuma ada keterangan bahwa terkendala. Saya tidak punya wewenang soal itu," ujar Syarmila.

Saksi mengungkapkan, menurut prosedur perusahaan, manifes yang dia susun dilaporkan kepada atasan yakni manajer area. Lalu diteruskan kepada Hamzah Mamba. Dari Hamzah kemudian turun jadwal pemberangkatan bagi jemaah.

"Saya tidak tahu pertimbangannya apa (penentuan jadwal). Hanya menunggu jadwal turun dari dirut," katanya.

Pada sidang Rabu siang JPU menghadirkan empat saksi. Selain Syarmila, dua saksi merupakaan jemaah ABU Tours, sedangkan satu lainnya sub agen.

Kasus ABU Tours bergulir di pengadilan setelah 96 ribu jemaah umrah dari 16 provinsi gagal berangkat. Kasus ini awalnya dilaporka ke Polda Sulsel. Hamzah Mamba didakwa bertanggung jawab karena diduga menggunakan dana setoran jemaah untuk kepentingan pribadi.

Selain Hamzah, istrinya bernama Nursyariah turut jadi terdakwa. Dua terdakwa lain adalah komisaris ABU Tours Chaeruddin dan mantan manajer keuangan bernama Muhammad Kasim.



(ALB)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA