Wapres JK Resmikan Puncak Peringatan Hakteknas ke-22 di Makassar

Andi Aan Pranata    •    Kamis, 10 Aug 2017 12:50 WIB
teknologiwapres jk
Wapres JK Resmikan Puncak Peringatan Hakteknas ke-22 di Makassar
Wapres Jusuf Kalla bersama Presiden RI ke-3 BJ Habibie melihat contoh produk hasil pengembangan teknologi pada puncak Hakteknas ke-22 di Makassar (Istimewa)

Metrotvnews.com, Makassar: Wakil Presiden Republik Indonesia HM Jusuf Kalla menghadiri sekaligus membuka puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 di kawasan Center Point of Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 10 Agustus 2017. Kalla hadir bersama Presiden ke-3 Indonesia BJ Habibie yang juga tokoh teknologi nasional.

Hakteknas digelar Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai ajang tahunan untuk memperingati tonggak sejarah kebangkitan teknologi di Indonesia. Awalnya berupa penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca pada 10 Agustus 1995 di Bandung, Jawa Barat.

Pada puncak peringatan di Makassar, Kalla didampingi Menteri Ristekdikti M Nasir, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Kegiatan ini diikuti tokoh pendidikan dan riset teknologi dari seluruh Indonesia.

“Setelah 21 tahun, ini untuk pertama kalinya puncak peringatan Hakteknas dipusatkan di luar Jawa,” kata Menteri Nasir di hadapan Wapres, sembari menyebutkan tahun depan peringatan digelar di Riau.

Nasir mengungkapkan sejumlah alasan memilih Makassar sebagai pusat peringatan Hakteknas tahun ini. Pertimbangannya antara lain Sulsel sebagai salah satu provinsi dengan garis pantai terpanjang di Indonesia, pelabuhan terpadat, pelabuhan rakyat perikanan terbesar, serta dinamika pembangunan pesisir yang tinggi. 
Selain itu Sulsel dengan struktur ekonominya masih membutuhkan teknologi baru bagi penciptaan nilai tambah di kegiatan industri. “Sulsel rumah bagi 113 perguruan tinggi, serta merupakan pusat unggulan ilmu pengetahuan di bidang kemaritiman,” ujar Nasir. 

Nasir menyatakan Hakteknas sebagai ajang apresiasi keberhasilan anak bangsa di bidang teknologi. Peringatan tahun ini dirangkaikan dengan penerapan sejumlah hasil riset di berbagai bidang. Antara lain bakti teknologi berupa penanaman serta panen serentak padi unggulan di 24 kabupaten/kota se-Sulsel.

Sebelumnya, Kemristekdikti juga menginisiasi pembuatan kapal nelayan dengan pelat datar, menyerahkan konverter kit bahan bakar gas bagi nelayan, serta beragam kegiatan penyemarak seperti jalan santai dengan tiga ribu peserta. Adapun di puncak peringatan Hakteknas digelar pameran berbagai produk pengembangan teknologi di berbagai lini kehidupan.

Pada pidatonya, Wapres Jusuf Kalla menyebut ilmu pengetahuan sebagai satu dari tiga kebutuhan mutlak bagi kemajuan bangsa. Hal lain yang tak kalah penting adalah semangat dan prinsip kedamaian. Jika masing-masing kebutuhan dipenuhi, Indonesia diyakini mampu bangkit dan bersaing dengan negara maju lainnya.

“Kita hadir di sini untuk memperbarui semangat kita, yang selalu ingin maju. Bukan hanya datang untuk merayakan apa yang telah didapatkan di masa lalu, tapi juga memperbaiki kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masa depan,” kata Kalla. 

Indonesia, Kalla melanjutkan, dengan 260 juta penduduk butuh banyak kebutuhan dasar. Untuk memenuhinya, tidak cukup hanya dengan mengandalkan sumber daya alam. Teknologi dibutuhkan untuk menghadirkan nilai tambah produk.

“Nilai tambah itu yang memberikan kemakmuran bagi kita,” ujarnya.


(ALB)