Mahasiswa di Pontianak Tolak Full Day School

Agung Widura    •    Jumat, 11 Aug 2017 11:33 WIB
pendidikan
Mahasiswa di Pontianak Tolak Full Day School
Aksi mahasiswa menolak program full day school di Pontianak, MTVN - Agung Widura

Metrotvnews.com, Pontianak: Puluhan mahasiswa di Pontianak, Kalimantan Barat, berunjuk rasa menolak kebijakan full day school atau sekolah lima hari. Mereka menuding kebijakan itu bakal merugikan pelajar madrasah.

Aksi berlangsung di Bundaran Digulis Pontianak. Mereka membawa spanduk yang bertuliskan penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 terkait penerapan full day school.

"Jika full day school  bertujuan untuk melakukan pendidikan karakter, maka pendidikan karakter yang sesungguhnya di Indonesia sudah berlangsung lama sejak pra kemerdekaan melalui pondok pesantren dan madrasah," ungkap Kadafi, koordinator aksi di Bundaran Digulis, Jumat 11 Agustus 2017.

Mereka mendesak pemerintah membatalkan peraturan tersebut. Kadafi khawatir, peraturan itu justru membuat interaksi pelajar dengan keluarga dan masyarakat semakin berkurang.

Kemarin, Presiden RI Joko Widodo memberi solusi mengenai penerapan aturan full day school. Menurut Presiden, sekolah tak wajib menerapkan aturan tersebut.

"Tidak ada keharusan untuk lima hari sekolah. Jadi tidak ada keharusan full day school," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.

Jokowi menyadari banyak sekolah yang tak bisa menerapkan aturan sekolah lima hari. Karena itu, pemerintah tak akan memaksakan aturan ini diadopsi seluruh sekolah dan mengambil jalan tengah dengan membuat aturan itu menjadi fleksibel.

Aturan full day school tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017. Aturan itu mengubah jadwal sekolah menjadi lima hari seminggu dan delapan jam per hari.


(RRN)