Isak Tangis Warnai Kedatangan Jenazah Korban Bom Surabaya

Hendrik Simorangkir    •    Selasa, 15 May 2018 17:03 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Isak Tangis Warnai Kedatangan Jenazah Korban Bom Surabaya
Suasana di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Tangerang saat jenazah Legita Lim Gwat Ni dilangsungkan ibadah acara misa pendoaan.

Tangerang: Jenazah Legita Lim Gwat Ni, 56, korban dari bom bunuh diri di gereja Surabaya, tiba di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Tangerangm Selasa, 15 mei 2018. Kedatangan korban diwarnai isak tangis oleh para keluarga dan para jemaatnya. 

Legita merupakan satu dari 14 korban tewas dari ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur, diketahui asal Kota Tangerang.

Jenazah korban telah sampai di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Tangerang bersama anaknya, Max Prawira Teja, sekira pukul 15.00 WIB. Sang anak, Max Prawira nampak tak tahan menahan isak tangisnya. Ia menangis sambil membawa foto mendiang ibunya.

"Sabar Max, ibu sudah tenang dan abadi disana," ucap seseorang keluarganya sambil memeluk Max yang terus menangis, Selasa 15 Mei 2018. 

Pantauan di lokasi, para jemaat gereja meneteskan air mata ketika jenazah yang telah berada di dalam peti mati memasuki gereja. 

Nyanyian para koor pun semakin membawa suasana semakin haru, suara tangis terdengar semakin keras.



(ALB)