Mensos Salurkan Santunan Rp3 Miliar untuk Korban KM Sinar Bangun

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 10 Jul 2018 11:30 WIB
Berita Kemensos
Mensos Salurkan Santunan Rp3 Miliar untuk Korban KM Sinar Bangun
Mensos Idrus Marham turun langsung memberikan santunan untuk para korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun, di pendopo Bupati Simalungun, Senin, 9 Juli 2018 (Foto:Dok)

Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) RI memberikan santunan kepada keluarga korban jiwa dan luka KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara. Pemberian santunan merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo agar pemerintah merespons cepat peristiwa tersebut.

Walau tidak menghadiri rapat memberikan santunan atas intruksi Presiden Jokowi, Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham turun langsung memberikan santunan untuk para korban di pendopo Bupati Simalungun. "Kedatangan kali kedua ini dalam rangka menindaklanjuti langkah-langkah sebelumnya, yaitu memberikan bantuan kepada semua korban, baik yang selamat maupun keluarga korban," kata Mensos Idrus di Simalungun, Senin, 9 Juli 2018.

Total santunan yang diberikan pemerintah mencapai Rp3 miliar lebih. Mensos Idrus merinci, ahli waris korban jiwa menerima santunan Rp15 juta. Sementara, 18 korban selamat memeroleh Rp2,5 juta per orang.

Selain itu, pemerintah juga menyerahkan bantuan 200 paket total senilai Rp37 juta, dan satu unit mobil dapur umum lapangan senilai Rp497 juta. Korban juga diberikan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bansos Rastra.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menekankan lima hal penting menyikapi tenggelamnya KM Sinar Bangun. Pertama, pemerintah berusaha secara maksimal menemukan korban dengan berbagai upaya. 



Kedua, Presiden meminta Mensos Idrus Marham dan jajaran mengurus keluarga korban. Ketiga, Presiden meminta Kementerian Sosial turut membantu meringankan beban keluarga para korban.

Keempat, penataan pengelolaan Danau Toba. Kelima, mengancam mencabut izin operasi bagi pihak yang tidak mematuhi aturan moda transportasi air dan laut.



"Ke depan, tentu kita mengharapkan tidak ada lagi peristiwa seperti itu. Banyak hal harus dilakukan, misalnya penataan pengelolaan Danau Toba," ujar Mensos Idrus.



(ROS)