Jaringan Prostitusi via Medsos di Tangerang Dicokok

Hendrik Simorangkir    •    Jumat, 27 Apr 2018 17:36 WIB
prostitusi online
Jaringan Prostitusi via Medsos di Tangerang Dicokok
Polres Metro Tangerang Kota membongkar jaringan prostitusi online melalui media sosial WhatsApp. Medcom.id/Hendrik Simorangkir

Tangerang: Polres Metro Tangerang Kota membongkar jaringan prostitusi online melalui media sosial WhatsApp. Seorang pria berinisial TBN, 31, dan wanita berinisial KN, 27, ditangkap di Hotel Narita, Cipondoh, Kota Tangerang.

TBN dan KN diam seribu bahasa saat petugas dari Unit PPA Polres Metro Tangerang menangkap mereka yang tengah bertransaksi.

"Tersangka menawarkan jasa threesome seks atau bercinta dengan lebih dari satu laki-laki melalui media sosial grup WhatsApp," ujar Wakapolres Metro Tangerang AKBP Harley Silalahi, Jumat 27 April 2018.

Harley menjelaskan, bisnis prostitusi online itu terbongkar setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti polisi dengan melakukan penyamaran.

TBN mencari klien melalui sosial media dan diajak masuk grup bernama FK.

"Kami mendapatkan informasi mengenai hal ini, kemudian melakukan penyamaran menjadi pelanggan. Hingga akhirnya kami berhasil menangkap mereka berdua," katanya.

Untuk meyakinkan kepada tersangka, lanjutnya, petugas memberikan uang muka sebesar Rp2 juta kepada tersangka. Lalu sisanya diberikan setelah selesai transaksi.

"Harga dari jasa ini diminta Rp5 juta untuk 2 jam," kata Harley.

Polisi dan kedua tersangka pun saling bertemu di tempat yang dijanjikan. Polisi menangkap mereka saat bercinta.

"Kami langsung mengamankan mereka dalam keadaan tanpa busana di tempat tidur," jelasnya.

Sementara itu, Harley menambahkan, TBN dan KN tidak memiliki hubungan spesial. Mereka hanya berkenalan lewat sosial media dan sudah lama berteman.

"TBN sendiri bekerja sebagai satpam di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Sedangkan KN, merupakan seorang janda," pungkasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat UU Nomor 44 Pasal 35 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun.


 


(SUR)