Imigrasi Sulut Deportasi 39 WN Filipina

Mulyadi Pontororing    •    Kamis, 12 Apr 2018 14:55 WIB
deportasi
Imigrasi Sulut Deportasi 39 WN Filipina
ilustrasi Metrotvnews.com

Manado: Pihak Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkum dan HAM Sulawesi Utara akan mendeportasi 39 orang warga negara Filipina, pada Jumat, 13 April 2018. Pendeportasian bakal menggunakan kapal Angkatan Laut Filipina, Davao Del Sur LD-602.

Kepala Keimigrasian Sulut Dodi Karnida mengatakan puluhan WN Filipina yang akan dideportasi itu berasal dari sejumlah Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim). Di antaranya, Rudenim Manado, Balikpapan, dan Ambon.

"Kapal akan berangkat sekitar pukul 09.30 WITA," kata Dodi di Manado, Kamis, 12 April 2018.

Menurutnya, pendeportasian melalui jalur laut ini tak terlepas dari kerja sama yang baik antara pihak jajaran keimigrasian di Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Ambon dengan pihak Konsulat Jenderal Filipina di Manado. 

Dia juga menambahkan, ada tiga orang di Rudenim Manado pindahan dari Kanim Ternate yang tidak diikutsertakan dalam proses deportasi tersebut. Sebab, pihak Konsulat Jenderal Filipina belum mendapatkan hasil dari verifikasi kewarganegaraan mereka walaupun menurut pengakuan yang bersangkutan, mereka lahir dan sekolah serta memiliki orang tua di Filipina.

Selain itu, ada juga seorang laki-laki WN Filipina yaitu mantan narapidana pencurian ikan dari Lapas Tahuna dan saat ini ditampung di Rudenim Tahuna, tidak dapat diikutsertakan dalam proses deportasi ini karena proses verifikasi kewarganegaraan  belum mendapatkan hasil.

"Apabila proses deportasi ini telah selesai nanti, maka jajaran keimigrasian Sulawesi Utara pada tahun 2018 ini telah berhasil mendeportasi warga negara asing dari wilayah Indonesia sebanyak 57 orang, masing-masing lima WN RRT yang di antaranya ialah mantan narapidana keimigrasian di Rutan Manado dan sisanya sebanyak 52 orang ialah WN Filipina," jeladnya.

Di sisi lain, lanjut Dodi, Proses deportasi menggunakan kapal angkatan laut suatu negara merupakan hal yang biasa seperti halnya yang dilakukan Indonesia saat mengevakuasi WNI dari Malaysia.

"Ke depan, jajaran keimigrasian Sulawesi Utara akan terus meningkatkan pengawasan terhadap orang asing ini dengan cara memberdayakan Tim Pengawasan Orang Asing yang sudah terbentuk baik di tingkat wilayah Provinsi, maupun kabupaten/kota dan bahkan kecamatan seperti yang telah dirintis oleh Kanim Bitung dan Tahuna.

Serta Kanim Manado telah merintis pembentukan Timpora Udara sehubungan dengan banyaknya warga negara asing yang datang melalui Bandara Sam Ratulangi baik melalui jalur internasional maupun jalur domestik," pungkasnya.


(ALB)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA