Trump dan Abe Puji Indonesia

   •    Selasa, 14 Nov 2017 09:23 WIB
Trump dan Abe Puji Indonesia
Trump dan Abe Puji Indonesia

KEMAJUAN yang dicapai Indonesia menuai pujian pemimpin dunia. Pujian itu datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada kesempatan berbeda. Trump menyampaikan pujian secara terbuka saat memberikan sambutan di perhelatan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (Asia Pacific Economic Cooperation/APEC Summit) di Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11) malam.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo itu, Trump memuji Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki transformasi cemerlang di Asia. Pemimpin negara adidaya tersebut mengapresiasi Indonesia yang berhasil mengangkat diri hingga menjadi satu dari 20 anggota negara-negara yang memiliki ukuran ekonomi terbesar di dunia, atau disebut G-20.

Bahkan, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02% pada 2016, performa ekonomi Indonesia masuk peringkat ketiga dari seluruh anggota G-20. Selain menghadiri KTT APEC, Presiden Jokowi juga mengikuti KTT ASEAN di Manila, Filipina. Di sela-sela KTT ASEAN, Presiden Jokowi bertemu dengan PM Jepang Shinzo Abe pada Minggu (12/11).

Pada pertemuan itu Jokowi menegaskan bahwa investasi di Indonesia sudah jauh membaik. Jokowi membeberkan fakta bahwa ease of doing business index Indonesia telah melompat dari urutan 114 pada 2015 menjadi peringkat 72 di 2017. Indonesia juga telah mendapat investment grade dari tiga lembaga pemeringkat internasional.

PM Abe pun memuji kepemimpinan Presiden Jokowi yang telah berhasil memperbaiki iklim investasi. “Terima kasih atas kepemimpinan Presiden Jokowi, iklim investasi di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan,” ucap PM Abe.

Pujian yang disampaikan Presiden Trump dan PM Abe hendaknya semakin mengukuhkan keyakinan bahwa keterlibatan Indonesia di berbagai forum kerja sama internasioal dan regional tetap berbasiskan pada kepentingan nasional. Hal itu sekaligus memperlihatkan bahwa pilihan politik luar negeri bebas dan aktif selama ini berada di jalur yang tepat.

Akan tetapi, harus tegas pula dikatakan bahwa kesuksesan yang dipuji-puji dua pemimpin dunia itu selain patut dibanggakan, juga jangan sampai membuat lengah. Bukankah di mana pun di jagat raya ini, keberhasilan seorang pemimpin yang pertama-tama harus merasakan dan mengakuinya ialah rakyat yang dipimpinnya?

Sejauh ini, jujur dikatakan bahwa berdasarkan sejumlah survei, mayoritas masyarakat merasa puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Angka kepuasan publik berdasarkan survei Saiful Mujani Research & Consulting pada September sebesar 68%.

Tingkat kepuasan masyarakat tentu tidak bisa dimanipulasi apalagi disogok. Masyarakat puas karena melihat dengan mata kepala sendiri pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan saat ini. Bahkan, pembangunan dimulai dari daerah terluar yang sebelumnya tidak pernah tersentuh perdaban.

Sekalipun pada angka-angka statistik ada perubahan yang sangat signifikan selama ini, pekerjaan utama pemerintah untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan belumlah usai. Tak bisa disangkal masih ada warga negara yang hidup dalam kubangan kemiskinan. Diakui pula tidak sedikit warga yang terpinggirkan dari gegap gempita pembangunan infrastruktur.

Semua kekurangan dalam proses pembangunan selama ini bukanlah alasan untuk nyinyir alias menghujat. Sikap menghujat yang kerap dipertontonkan politisi hanyalah cermin kekerdilan mereka. Pemimpin dunia saja memuji Indonesia, mestinya kita tetap bersatu padu membangun negeri.