Saatnya Rakyat Cerdas Memilih

   •    Rabu, 15 Feb 2017 08:44 WIB
Saatnya Rakyat Cerdas Memilih
Saatnya Rakyat Cerdas Memilih

HARI yang ditunggu-tunggu telah datang. Tempat-tempat pemungutan suara di 101 daerah melambai-lambai memanggil pemilik hak pilih. Mereka diajak menunaikan hak berdemokrasi dan memilih pemimpin untuk daerah masing-masing dalam pilkada serentak hari ini. Undang-undang memberikan hak istimewa bagi segenap warga negara yang memenuhi syarat untuk memilih. Tiap suara sangat berharga dalam menentukan kandidat terpilih.

Selayaknya para pemegang hak suara menyambut panggilan demokrasi itu dengan antusias karena di tangan mereka nasib daerah bergantung. Masa kampanye yang diiringi rangkaian debat antarcalon mungkin telah membuat pemegang hak suara terombang-ambing di antara pilihan. Belum lagi kegaduhan, bisikan dari kanan-kiri, belakang-depan, atas-bawah, turut menambah kebimbangan. Namun, masa tenang cukup memberikan kesempatan bagi warga untuk menimbang-nimbang para calon dari segala aspek.

Tiga hari penuh masa itu semestinya menjadikan pemegang hak suara mampu menentukan dan memantapkan pilihan hari ini. Tidak bisa dimungkiri godaan dan intimidasi terselubung masih bisa menerpa dalam perjalanan menuju kotak suara. Tujuannya menggiring pemegang hak suara untuk memilih calon tertentu. Pilihan pun akhirnya bisa berubah. Kita perlu mengingatkan para pemegang hak suara agar tidak menyerah pada imingiming ataupun intimidasi.

Mereka adalah pejuang demokrasi yang kita harapkan tidak menggadaikan masa depan daerah untuk kondisi sesaat dan sesat pula. Menyerah pada godaan dan tekanan juga berarti membiarkan aspirasi yang sesuai hati nurani menguap begitu saja. Kehidupan demokrasi di Tanah Air tengah bertumbuh menuju kedewasaan. Pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat baru terlaksana sejak 2005.

Sejak itu pula kesadaran rakyat atas hak istimewa tersebut sedikit demi sedikit terbangun. Rakyat kian cerdas dan bijak menggunakan hak pilih. Diiringi aturan yang ketat dengan penegakan hukum yang tegas, keampuhan politik uang dalam memengaruhi pemilih pun mulai memudar. Tiap pilkada merupakan perbaikan dari pilkada sebelumnya. Patut kita berharap, suatu saat nanti politik uang ataupun intimidasi benar-benar lenyap dari kehidupan berdemokrasi di Republik
ini.

Dalam pilkada hari ini, tekad untuk menjadi lebih baik ketimbang pilkada sebelumnya kembali menyertai. Godaan dan intimidasi tidak menggoyahkan. Bahkan, ikut aktif mengawasi dan melaporkan segala bentuk kecurangan, politik uang, dan intimidasi. Itulah pemilih cerdas yang kita harapkan. Setelah mencoblos, semangat sportivitas juga harus menggaung. Menang jangan jemawa, kalah jangan marah, apalagi memicu kegaduhan hingga menimbulkan konflik.

Begitu kepala daerah terpilih, kewajiban bagi segenap pihak untuk kembali merekatkan persaudaraan sebangsa dan setanah air yang sempat terpecah karena perbedaan aspirasi dalam pilkada. Ingat, kandidat yang terpilih merupakan kepala daerah seluruh warga hingga lima tahun ke depan. Perpecahan hanya merugikan daerah sendiri. Dukungan warga dalam persatuan sangat menentukan arah laju kemajuan daerah. Jangan lupa pula tetap kritis mengawasi kinerja pemimpin. Selamat mencoblos!