Kemenangan Akal Sehat

   •    Sabtu, 23 Dec 2017 07:33 WIB
palestina israel
Kemenangan Akal Sehat
Kemenangan Akal Sehat

DUNIA mempertahankan kewarasannya. Paling tidak, itu yang tergambar dari hasil Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan agenda menentukan sikap atas langkah Amerika Serikat mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Sebanyak 128 anggota PBB termasuk Indonesia menyatakan menentang kebijakan AS itu. Sejumlah 35 negara memilih abstain serta 21 negara tidak mengirimkan delegasi.

Hanya 9 negara yang mendukung pengakuan AS. Negara-negara yang berada di barisan Presiden Donald Trump itu meliputi Togo, Micronesia, Nauru, Palau, Kepulauan Marshall, Guatemala, Honduras, dan tentu saja Israel. Ancaman AS yang akan menghentikan bantuan kemanusiaan, ekonomi, dan sosial untuk negara-negara yang menentang tidak digubris.

Sebagian besar negara bersikap sebagaimana layaknya anggota komunitas dunia yang tidak mau tunduk pada tekanan perundung. Bahkan, Uni Eropa yang merupakan sekutu Amerika nyaris bulat menentang langkah AS. Para sekutu itu termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman.

Sidang PBB tersebut menguatkan sidang dewan keamanan yang sudah terlebih dahulu digelar pada awal pekan ini. Sebanyak 14 anggota Dewan Keamanan PBB mendukung resolusi yang meminta AS menarik pengakuan terhadap Jerusalem. Hanya 1 anggota, yakni AS sendiri, yang menolak resolusi itu. AS kemudian terpaksa menggunakan hak veto untuk menganulir resolusi Dewan Keamanan PBB.

Kendati telah mengeluarkan berbagai ancaman, AS tetap tidak mampu meraih lebih banyak pendukung. Kebanyakan anggota PBB menolak menyampingkan kewarasan seperti yang dilakukan AS. Selama berpuluh tahun dunia bekerja keras mewujudkan perdamaian permanen yang menyudahi konflik Palestina-Israel.

Mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel merupakan perilaku yang justru membuat konflik berkepanjangan yang terjadi di antara kedua negara semakin meruncing. Bukan itu saja, langkah AS tersebut potensial mengoyak stabilitas geopolitik di Timur Tengah karena hampir seluruh negara kawasan mendukung kemerdekaan Palestina.

Hasil Sidang Majelis Umum PBB hanya bersifat simbolis dan tidak memiliki kekuatan untuk memerintahkan AS menarik keputusan yang mengusik status quo Jerusalem. Namun, sejarah sudah mencatat bahwa sesungguhnya Amerika nyaris tidak memiliki teman dalam melakukan tindakan yang melawan akal sehat.

AS pun tidak akan berkoar-koar keras mengeluarkan ancaman bila mereka sendiri tidak merasa terancam oleh keputusan Sidang PBB. Itu artinya, negara-negara di dunia bisa bersatu lebih lanjut dalam kebijakan multilateral yang membuat AS semakin terpojok. Cara lain ialah dengan memperkuat dukungan terhadap Palestina melalui kebijakan yang bukan sekadar retorika.

Pemerintah Indonesia telah memulainya dengan membebaskan produk-produk Palestina dari bea masuk dalam upaya memperkuat perekonomian Palestina. Indonesia juga komit melakukan perdagangan dengan Palestina tanpa melalui negara perantara, keluar dari pola dagang yang selama ini dijalankan.

Sikap pemerintah itu menunjukkan ketegasan Indonesia untuk tetap tegak berdiri di barisan Palestina. Tujuan kita tetap satu, yakni Palestina terlepas dari penjajahan Israel dan meraih kemerdekaan yang diakui seluruh negara dunia. Kemenangan akal sehat di Sidang PBB, kemarin, adalah salah satu sarananya.


KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA