Memelopori Islam Damai

   •    Sabtu, 04 Mar 2017 06:23 WIB
indonesia-arab saudi
Memelopori Islam Damai
Editorial Media Indonesia

SALAH satu faktor paling penting yang membuat Indonesia stabil sebagai negara ialah karena Indonesia terus menyuburkan semangat toleransi antarumat beragama. Meskipun Islam merupakan agama mayoritas, para pemeluk agama lain yang minoritas tetap merasa aman dan nyaman hidup di negara berpenduduk muslim terbesar di dunia ini.

Toleransi antarumat ber­agama yang kukuh itu pada tahap berikutnya menjadi modal yang teramat kuat untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman dan kemajemukan. Suburnya semangat itu membuat kerukunan, solidaritas, dan kebersamaan antarumat pun bertambah kukuh. Itulah hakikat dari semangat pluralisme, semangat Indonesia.

Semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama semacam itulah yang membuat seorang penguasa dari pusat peradaban Islam dunia terkesan. Dalam pertemuan dengan tokoh lintas agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu di Jakarta, kemarin, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat kebersamaan dan toleransi antarumat tersebut.

Pada hari ketiga kunjungan kenegaraan tersebut, Raja Salman yang dalam pertemuan itu didampingi Presiden Joko Widodo memuji relasi dalam bingkai toleransi antarumat yang terus tumbuh dan terawat.

Yang lebih menggembirakan lagi ialah Raja Salman bahkan menyatakan Arab Saudi memiliki kebijakan untuk mendukung dialog antarumat beragama itu.

Dukungan Arab Saudi yang disampaikan langsung oleh Raja Salman di depan para tokoh lintas agama itu tentu teramat melegakan sekaligus menggembirakan. Arab Saudi, sebagai negara yang selama ini dinilai sebagai tempat kelahiran sekaligus pusat dari Wahabisme, sebuah paham yang dalam level tertentu kadang dinilai kurang toleran, ternyata memberikan sikap sangat positif dan bahkan mendukung penuh pengembangan semangat toleransi antarumat beragama.

Kita tentu berharap sikap dan pernyataan Raja Salman itu menjadi komitmen Arab Saudi untuk bersama-sama Indonesia terus mengembangkan semangat tersebut ke seluruh dunia. Dengan semangat yang sama, kita percaya, salah satu butir dari memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani Arab Saudi dan Indonesia dalam kunjungan kenegaraan Raja Salman ini tidak akan berakhir di atas kertas.

Kita mencatat, dalam MoU yang ditandatangani tersebut, ada butir kesepakatan kedua negara yang menyatakan bahwa Arab Saudi dan Indonesia sepakat untuk menyuarakan Islam yang sejuk, bersahabat, dan moderat. Kita berharap kedua negara menjadi pelopor dalam menampilkan wajah Islam damai ke seantero dunia.

Sikap positif, hangat, apresiatif, sekaligus dukungan dari Raja Salman itu tentu sangat selaras dengan komitmen tertulis yang tertuang dalam MoU yang ditandatangani kedua negara.

Dengan komitmen bersama kedua negara, kita teramat yakin kekuatan Indonesia dan Arab Saudi secara bersama-sama akan menjadi kekuatan yang mampu menciptakan semangat ukhuwah islamiah yang mampu melahirkan dan mempromosikan Islam antikekerasan ke seluruh dunia.

Dengan semangat itu pula, Indonesia dan Arab Saudi sebagai dua kekuatan Islam terbesar di dunia dapat menghapus kesan negatif tentang Islam sebagai agama yang oleh propaganda tertentu dinilai sebagai agama yang penuh amarah, kebencian, kekerasan, dan menyuburkan terorisme.

Dengan semangat moderasi dan toleransi itu, kedua negara dapat mempromosikan kepada dunia Islam yang damai, sejuk, ramah, toleran, sejahtera, sekaligus bermartabat bagi seluruh alam semesta. Itulah Islam yang sesungguhnya, Islam yang rahmatan lil alamin.


Sandi Ajak Warga Minang di DKI Gabung OK OCE

Sandi Ajak Warga Minang di DKI Gabung OK OCE

10 hours Ago

pihaknya bakal mengajak asosiasi para pedagang pasar untuk bergerak bersama menciptakan ekonomi…

BERITA LAINNYA