Tabayun Dua Presiden

   •    Jumat, 10 Mar 2017 07:33 WIB
Tabayun Dua Presiden
Tabayun Dua Presiden

PERTEMUAN di antara dua pemimpin bangsa itu terjadi sudah. Setelah sekian lama diliputi persepsi adanya ketegangan hubungan di antara keduanya, Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo akhirnya melakukan pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta. Kedatangan SBY pada siang hari, kemarin, langsung disambut Presiden Jokowi di depan Istana Merdeka.

Keduanya kemudian langsung melakukan pertemuan di salah satu ruangan. Seusai berbincang, Presiden Jokowi mengajak SBY berbincang empat mata di beranda Istana Merdeka. Kita sangat menyambut baik berlangsungnya pertemuan antara SBY dan Jokowi. Kita juga gembira perjumpaan kedua pemimpin itu berlangsung dalam suasana akrab dan dilaksanakan pada momentum yang juga tepat.

Dari pernyataan dalam jumpa pers seusai pertemuan, serta pesan-pesan nonverbal yang diekspresikan melalui bahasa tubuh kedua pemimpin, kita menangkap kesan bahwa perjumpaan itu berlangsung dengan baik dan terjadi dalam suasana cukup hangat. Seperti yang dinyatakan dalam jumpa pers, SBY mengaku gembira karena dapat melakukan tabayun atau mencari kejelasan mengenai sesuatu hal kepada Presiden Jokowi.

Kita mencatat, SBY dalam sejumlah kesempatan pernah menyatakan ingin bertemu langsung dengan Jokowi untuk mengklarifikasi berbagai isu yang menyangkut dirinya. Isu itu ialah bahwa SBY membiayai demo 411 dan 211 terkait dengan kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Basuki Tjahaja Purnama.

Juga bahwa ia terlibat upaya makar hingga isu penyadapan percakapan teleponnya dengan Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin yang menjadi salah satu materi dalam persidangan kasus Ahok. Artinya, bila tabayun SBY secara langsung kepada Jokowi terkait dengan isu-isu tersebut berlangsung baik, dan atau isu-isu lain yang barangkali dipandang penting oleh kedua pemimpin juga berjalan mulus, bisa kita katakan sumbatan komunikasi yang dipersepsikan telah menimbulkan ketegangan hubungan kedua pemimpin selama ini pun dengan sendirinya dapat dihilangkan.

Dari segi momentum, kita pun mengacungkan jempol karena Presiden Jokowi juga memenuhi komitmen untuk merealisasikan pertemuan dengan SBY seusai perhelatan pilkada DKI Jakarta.

Kita mafhum bahwa putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, kini tidak lagi mengikuti kontes pemilihan Gubernur DKI sehingga perjumpaan kedua pemimpin dapat dipersepsikan tidak rawan konflik kepentingan terkait dengan posisi AHY tersebut.

Meskipun dalam pertemuan kedua pemimpin hanya meminum teh manis, bukan makan siang seperti pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, dan pertemuan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, atau pertemuan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, pertemuan SBY dan Jokowi itu memiliki arti yang tidak kalah pentingnya.

Apalagi dalam pertemuan kedua pemimpin itu juga berkembang gagasan-gagasan konstruktif seperti keinginan untuk melembagakan pertemuan Presiden dengan para presiden sebelumnya. Sangatlah tepat jika pertemuan semacam itu direalisasikan. Jika perlu, bahkan dijadikan tradisi kenegaraan dan kebangsaan sehingga hubungan antara presiden yang tengah menjabat dan para presiden sebelumnya terus terjalin.

Hubungan baik, harmonis, dan hangat di kalangan para pemimpin harus terus dikelola karena ia tidak hanya berdampak positif bagi para pemimpin itu sendiri, tetapi juga bagi rakyat di level akar rumput. Kehangatan dan keharmonisan hubungan semacam itulah yang dibutuhkan bangsa ini. Bangsa dan negeri ini tidak perlu lagi mengalami disharmoni.

Diskontinuitas seperti yang selalu kita alami setiap kali Indonesia berganti kepemimpinan pun tidak perlu terjadi lagi. Kita berharap pertemuan SBY dan Jokowi benar-benar menjadi perjumpaan dua negarawan yang meretas jalan ke arah itu. Bukan pertemuan basa-basi atau bahkan pertemuan yang hanya mempertautkan kepentingan tertentu yang justru akan memicu disharmoni yang lebih masif.

Sandi Ajak Warga Minang di DKI Gabung OK OCE

Sandi Ajak Warga Minang di DKI Gabung OK OCE

10 hours Ago

pihaknya bakal mengajak asosiasi para pedagang pasar untuk bergerak bersama menciptakan ekonomi…

BERITA LAINNYA