Bandara Kertajati untuk Kesejahteraan Rakyat

   •    Sabtu, 26 May 2018 08:16 WIB
Bandara Kertajati untuk Kesejahteraan Rakyat
Bandara Kertajati untuk Kesejahteraan Rakyat

SALAH satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi ialah kehadiran infrastruktur. Bagaikan magnet, infrastruktur akan menarik investasi. Pada gilirannya, kawasan tempat tersedianya infrastruktur bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

Hal itulah yang diharapkan dari kehadiran Bandara Internasional Jawa Barat. Bandara yang sering juga disebut Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, itu resmi beroperasi melalui prosesi pendaratan perdana pesawat kepresidenan yang membawa Presiden Joko Widodo di landasan bandara tersebut, Kamis (24/5).


Proses pembangunan bandara ini terbilang cepat. Meskipun inisiatif pembangunannya sudah sejak 15 tahun silam, pemancangan tiang pertama bandara itu dilakukan pada Januari 2016 oleh Presiden Jokowi.

Pembangunan Bandara Kertajati tidak membebani APBN. Skema pembiayaannya melibatkan pemerintah daerah, BUMN, dan swasta. Ini bisa menjadi model pembiayaan pembangunan infrastruktur di Tanah Air supaya APBN tak terlampau terbebani.

Bandara terbesar kedua setelah Bandara Soekarno-Hatta itu akan terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban yang berjarak aekitar 40 kilometer dari bandara. Terintegrasinya dua infrastruktur tersebut akan memudahkan arus masuk-keluar barang.

Itu artinya kelak akan banyak industri berdiri di sekitarnya. Sekurang-kurangnya Bandara Kertajati, juga Pelabuhan Patimban, akan menjadi gerbang keluar-masuk barang dari kawasan industri yang telah ada di Karawang, Purwakarta, dan sekitarnya.

Di Bandara Kertajati, menurut rencana, akan dikembangkan pula apa yang disebut aerotropolis. Di situ akan dibangun industri pembuatan, perbaikan, dan perawatan pesawat serta industri terkait, termasuk pergudangan.


Hal itu jelas akan mengurangi beban Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok. Sebelumnya, barang dari kawasan industri di Jawa Barat harus diangkut melalui Bandara Soekarno-Hatta atau Pelabuhan Tanjung Priok. Ini juga akan mengurangi beban jalur transportasi darat sehingga bisa mengurangi kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek.

Bandara Kertajati dalam tahap awal akan melayani 5 juta sampai 6 juta penumpang per tahun. Pariwisata Jawa Barat jelas akan lebih berkembang.

Bandara ini jelas akan mengurangi beban Bandara Soekarno-Hatta. Sebelumnya sebagian besar penumpang dari Jawa Barat yang hendak bepergian dengan pesawat harus melalui Bandara Soekarno-Hatta. Ini juga akan mengurangi beban dan kemacetan di tol.

Di musim haji tahun ini, Bandara Kertajati sesungguhnya sudah siap digunakan sebagai embarkasi antara untuk calon jemaah haji Jawa Barat. Tinggal lagi bagaimana kesiapan Kementerian Agama dan pemda untuk memanfaatkan Bandara Kertajati sebagai embarkasi.

Menjadikan Bandara Kertajati sebagai embarkasi juga akan mengurangi beban dan kemacetan di tol menuju Jakarta atau Bandara Soekarno-Hatta.

Dari semua harapan akan kemajuan ekonomi tersebut, yang paling penting ialah bagaimana kehadiran Bandara Kertajati membawa kesejahteraan buat masyarakat sekitar. Industri di sana harus menyerap tenaga kerja, terutama dari masyarakat sekitar. Masyarakat harus difasilitasi mengembangkan usah kecil menengah sebagai penunjang industri.


Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

23 hours Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA