Membumikan Islam Moderat

   •    Sabtu, 05 May 2018 10:03 WIB
Membumikan Islam Moderat
Membumikan Islam Moderat

Islam ialah agama pembawa kedamaian. Akan tetapi, karena ulah sebagian pemeluknya, ia tak jarang dicap sebagai promotor kekerasan dan kekacauan. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia punya posisi strategis untuk meluruskan pandangan miring itu.

Apalagi, negeri ini kian dipercaya negara-negara Islam lainnya. Tantangan yang dihadapi Islam saat ini sungguh tidak ringan. Citra dan nama baiknya kerap dipertaruhkan akibat sikap dan pemikiran keliru dari sebagian umatnya.

Islam jelas agama pembawa rahmat, rahmatan lil alamin, tetapi banyak yang mengatasnamakan Islam lalu berbuat kerusakan. Islam jelas agama yang mengedepankan persaudaraan dan kasih sayang, tetapi banyak yang mengatasnamakan Islam lalu menyebarkan permusuhan dan kebencian.

Pun Islam jelas agama yang mengajarkan toleransi, tetapi banyak yang mengatasnamakan Islam lalu berlaku intoleran. Wajah Islam yang semestinya lembut, mereka ubah menjadi keras, bahkan terkadang beringas. Islam yang seharusnya moderat, mereka bajak menjadi tak bersahabat, bahkan radikal.

Itulah fenomena yang terjadi beberapa dekade belakangan dan ironisnya masih saja mewabah di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Sebagai bangsa dengan penduduk muslim terbesar, kita prihatin, sangat prihatin. Namun, tak sekadar prihatin tentu saja, kita juga punya tanggung jawab untuk membawa Islam ke garis yang semestinya, yakni Islam yang moderat, Islam sang pembawa rahmat.

Karena itu, kita mendukung sepenuhnya langkah pemerintah yang tiada henti mengampanyekan Islam wasathiyah alias Islam moderat. Patut pula kita sambut harapan dan keinginan yang begitu besar dari para ulama berbagai negara agar Indonesia menjadi pelopor sekaligus agen penyebaran Islam moderat.

Apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo di depan lebih dari 100 ulama lintas negara peserta Konsultasi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia tentang Islam Wasathiyah di Istana Bogor, Selasa (1/5), amatlah tepat. Tepat lantaran Presiden menyerukan agar Islam moderat menjadi gerakan yang mendunia.

Makin tepat karena Presiden mengajak para ulama dan cendekiawan muslim bersatu untuk membumikan Islam moderat kepada umat. Persoalan yang mendera umat Islam akibat ulah kelompok garis keras dan radikal memang bukan urusan negara per negara semata. Ia merupakan tanggung jawab seluruh negara berpenduduk muslim, juga dunia secara keseluruhan, agar Islam moderat terus merebak mengikis habis paham radikal dan penghobi kekerasan yang mengatasnamakan Islam.

Islam moderat tentu bukan sebatas konsep, tetapi wajib diimplementasikan di tataran kehidupan. Ia harus menjadi gerakan dengan teladan nyata dari umara, ulama, dan para cendekia bahwa Islam benar-benar mengedepankan tasamuh atau toleransi dan kejemaahan.

Membawa Islam sepenuhnya ke jalur wasathiyah bukanlah upaya yang mudah. Selain pemahaman soal itu harus konsisten disosialisasikan, keadilan wajib hukumnya untuk segera diciptakan. Keadilan ialah benteng kukuh untuk menjaga umat agar tidak salah jalan dalam beragama.

Kita memang tidak ingin Islam mendapat stigma buruk hanya lantaran perilaku sesat sebagian kecil pemeluknya. Namun, ketika hal itu sudah terjadi, inilah kesempatan bagi kita tampil di barisan terdepan untuk meluruskannya.

Inilah peluang Indonesia untuk unjuk diri sebagai negara muslim terbesar yang sukses memadukan moderasi, demokrasi, dan kerja sama global. Inilah momentum bagi kita untuk menampilkan wajah muslim yang sesungguhnya dan mengampanyekan ke seluruh penjuru dunia.


KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA