Tol Trans-Jawa untuk Mudik Lancar

   •    Kamis, 20 Dec 2018 07:37 WIB
transjawa
Tol Trans-Jawa untuk Mudik Lancar
Editorial Media Indonesia

MASA penantian lebih dari 20 tahun segera berakhir. Tol Trans-Jawa sepanjang 1.200 km dari Merak, Banten, dipastikan tersambung sampai Pasuruan, Jawa Timur, pada hari ini.

Tersambungnya Tol Trans-Jawa itu ditandai dengan peresmian tujuh ruas tol. Presiden Joko Widodo direncanakan meresmikan tujuh ruas Tol Trans-Jawa pada hari ini. Di Jawa Timur ada empat ruas dan di Jawa Tengah ada tiga ruas.

Peresmian tujuh ruas tol itu secara momentum sangatlah tepat. Waktunya bersamaan dengan dimulainya masa liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Tepat pula karena dalam momentum itu ada arus mudik dan arus balik liburan masif yang sedang dan akan berlangsung pada periode masa liburan Natal dan Tahun Baru tersebut.

Adalah persoalan klasik bahwa adanya arus mudik dan arus balik liburan telah melahirkan masalah kemacetan lalu lintas secara masif yang nyaris tidak tertangani selama berpuluh-puluh tahun.

Namun, publik mencatat, bahwa dalam empat tahun terakhir, penanganan persoalan kemacetan lalu lintas terkait dengan adanya arus mudik dan arus balik liburan terbukti semakin baik dan semakin lancar.

Hadirnya tujuh ruas baru di Tol Trans-Jawa tersebut, diharapkan, akan membuat arus mudik dan arus balik liburan Natal dan Tahun Baru menjadi semakin lancar jika dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya.

Namun, sejalan dengan imbauan Kepala Korps Polisi Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Refdi Andri, kita ikut mengingatkan masyarakat pengguna jalan agar mengantisipasi kepadatan di tiga ruas Tol Trans-Jawa, yaitu Tol Cikampek-Cipali, Semarang-Batang, dan Salatiga-Kartasura.

Di luar imbauan itu, kita juga tetap mengingatkan para pengguna jalan agar selancar apa pun arus mudik dan arus balik liburan, sebagai hasil dari pembangunan pemerintahan Jokowi-JK, tidak membuat masyarakat lengah. Kehati-hatian dan ketertiban dalam berkendara di Tol Trans-Jawa ataupun di jalan lain yang bukan tol tetap harus diutamakan demi keselamatan bersama.

Di luar persoalan lalu lintas yang semakin lancar dan terhubung, kehadiran tujuh ruas Tol Trans-Jawa tersebut diharapkan diantisipasi dengan baik oleh pemerintah daerah yang dilalui tol tersebut.

Telah menjadi adagium bahwa pembangunan ruas tol memiliki dampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sejumlah daerah berkembang pesat sebagai dampak pembangunan tol. Misalnya, Bogor, Cikampek, Bandung, Purwakarta, serta sejumlah kota dan wilayah lain menjadi terangkat ekonominya karena adanya tol.

Kita harapkan pemerintah daerah yang wilayahnya dilalui Tol Trans-Jawa juga mengantisipasi hal yang sama dengan menyiapkan konsep dan gagasan kreatif untuk memajukan ekonomi daerahnya dan menyejahterakan rakyatnya.

Di lain sisi, kita juga mengingatkan agar perekonomian di sepanjang wilayah yang dilalui jalur jalan pantura tetap diberi perhatian dan pengelolaan yang baik. Jangan sampai kehadiran Tol Trans-Jawa menumbuhkan ekonomi di wilayah baru, tetapi mematikan perekonomian di wilayah lama yang sebelumnya menjadi pusat pertumbuhan.