Merayakan Kesetaraan

   •    Senin, 08 Oct 2018 07:32 WIB
asian para games
Merayakan Kesetaraan
Merayakan Kesetaraan

ASIAN Para Games 2018 yang dibuka di Jakarta, Sabtu (6/10), bukan sekadar kejuaraan olahraga bagi atlet disabilitas se-Asia. Ajang itu sesungguhnya pentas narasi anak manusia yang berjuang melampaui keterbatasan mereka.

Semua orang mesti mampu keluar dari keterbatasan diri dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka, tak terkecuali kaum disabilitas. "Melalui Asian Para Games 2018 ini kita ingin merayakan persaudaraan,” kata Presiden Joko Widodo saat membuka Asian Para Games yang bergulir selama sepekan hingga 13 Oktober.

Merayakan persaudaraan tentu saja semakin penting maknanya di tahun politik. Kompetisi yang ketat untuk mengejar juara dalam semangat persudaraan itu diharapkan menjadi inspirasi bagi warga Indonesia yang kadang berseteru karena perbedaan suku, agama, ras, golongan, dan politik.

Sebanyak 2.762 atlet berkebutuhan khusus dari 43 negara turut bertanding pada 18 cabang olahraga yang diperlombakan. Harus tegas dikatakan bahwa penyandang disabilitas tetap merupakan insan yang memiliki dan berpeluang untuk mengekspresikan potensi bagi kemajuan diri dan lingkungannya.

Bukan hanya itu, apabila tersedia kesempatan ruang dan persepsi yang kondusif, unsur disabilitas tidak akan pernah menjadi faktor perintang bagi mereka mengukir prestasi spektakuler melebihi kemampuan normal. Mereka mengejar prestasi di bidang olahraga untuk membanggakan negara masing-masing.

Kita berharap, sangat berharap, pentas Asian Para Games 2018 menjadi momentum untuk merayakan kesetaraan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di negeri ini. Dalam perspektif itulah, Asian Para Games mesti dipandang sebagai kampanye yang dibalut dalam olahraga untuk menunjukkan bahwa orang-orang disabilitas juga mampu berprestasi, sukses, dan mandiri melampaui keterbatasan yang ada pada diri mereka.

Bagi Indonesia sebagai tuan rumah, kesuksesan tidak semata-mata diukur dari keberhasilan penyelenggaraan dan prestasi yang dicapai. Di ajang ini, Indonesia menargetkan masuk delapan besar dengan raihan 18 medali emas. Target itu lebih tinggi dari capaian di Guangzhou (2010) yang berada di posisi ke-14 dan di Incheon (2014) di peringkat ke-9.

Jauh lebih penting lagi ialah sukses meninggalkan warisan sifat ramah kepada disabilitas. Warisan yang diharapkan seusai pesta digelar ialah bangsa ini semakin ramah terhadap sesama saudara berkebutuhan khusus, tidak lagi memandang mereka sebagai warga negara kelas dua.

Harus jujur diakui bahwa selama ini sebagian dari penyandang disabilitas masih termarjinalisasi dalam semua aspek kehidupan. Kesetaraan yang dikumandangkan di ruang publik terhadap kaum disabilitas tidak hanya manis diucapkan, tapi juga perlu terus-menerus diperjuangkan tanpa kenal lelah agar terwujud.

Mewujudkan kesamaan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas menuju kehidupan yang sejahtera, mandiri, dan tanpa diskriminasi sudah diatur dengan jelas dalam Undang-Undang No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Sedikitnya ada 22 hak penyandang disabilitas yang diakui dalam Pasal 5 ayat (1) termasuk di dalamnya ialah hak atas pelayanan publik.

Hak atas pelayanan publik untuk penyandang disabilitas meliputi memperoleh akomodasi yang layak dalam pelayanan publik secara optimal, wajar, dan bermartabat tanpa diskriminasi.

Jakarta seharusnya menjadi etalase dalam praktik kesetaraan dengan penyandang disabilitas. Akan tetapi, faktanya masih jauh panggang dari api, pelayanan publik di Ibu Kota masih jauh dari harapan tersebut. Asian Para Games menjadi harapan awal untuk menebarkan virus ramah terhadap disabilitas di seluruh pelosok negeri ini.

Narasi anak manusia yang berjuang melampaui keterbatasan mereka di Asian Para Games 2018 hendaknya semakin menyadarkan kita bahwa kemuliaan seseorang tidak dilihat dari penampakan fisik. Kemuliaan itu bertumpu pada kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual; bukan pada fisik oplas alias operasi plastik.


KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA