Mudik yang Menggembirakan

   •    Sabtu, 09 Jun 2018 08:39 WIB
Mudik yang Menggembirakan
Mudik yang Menggembirakan

Mudik Lebaran selalu menjadi pertaruhan bagi pemerintah. Jika mudik lancar, pemerintah akan mendapat pujian. Sebaliknya, jika mudik macet parah, pemerintah bakal menjadi sasaran kritik hingga hujatan.

Mudik Lebaran ialah ritual tahunan yang kedatangannya sangat dinantikan. Saban tahun jelang Hari Raya Idul Fitri, puluhan juta rakyat berbondong-bondong meninggalkan kota-kota tempat mereka tinggal dan mendulang penghasilan untuk kembali sejenak ke kampung halaman tempat mereka dilahirkan dan dibesarkan. Dengan gelombang kepulangan yang begitu besar, memastikan agar arus mudik lancar bukanlah pekerjaan gampang.

Demikian pula dengan mudik Lebaran tahun ini. Apalagi, jumlah pemudik diprediksi akan mencapai hampir 32 juta jiwa, meningkat cukup tajam ketimbang tahun lalu yang 28,9 juta orang. Di sinilah kemampuan pemerintah diuji.

Kita mengapresiasi komitmen pemerintah yang terus membenahi manajemen mudik agar prosesi mudik aman dan lancar. Segala daya pun sudah dan sedang dilakukan. Untuk menunjang transportasi darat, misalnya, dari 759 km tol Jakarta-Surabaya, sepanjang 524 km telah terhubung dan siap digunakan. Sisanya, 235 km, masih bersifat fungsional, tapi dapat dilintasi dengan kecepatan tertentu. Beberapa ruas tol di Sumatra juga sudah bisa dimanfaatkan.

Tak cuma tol, pemerintah telah memperbaiki jalan-jalan bebas bayar seperti pantura dan jalur tengah Jawa yang sebelumnya selalu menjadi andalan untuk pulang kampung. Belum cukup, pemerintah sudah pula mengoptimalkan jalur pantai selatan (pansela) Jawa yang selama ini kurang terurus sebagai alternatif baru.

Dengan begitu, pemudik yang menggunakan jalan darat punya alternatif lebih banyak untuk pulang kampung. Kemacetan panjang yang selalu menjadi warna setiap mudik Lebaran pun akan terminimalkan.

Upaya pemerintah mencegah penumpukan kendaraan dilakukan pula dengan menetapkan cuti bersama lebih lama sehingga pegawai akan libur mulai 11 hingga 20 Juni 2018. Dengan demikian, arus mudik tak menumpuk dan memuncak pada saat-saat mendekati Idul Fitri.

Pemerintah tampak betul ingin mengubah wajah mudik Lebaran dari yang tadinya penuh kerut perjuangan karena dihadang kemacetan menjadi cerah menggembirakan. Karena itu, sudah semestinya pemudik juga berlaku cerdas dalam bermudik sehingga mudik lancar, aman, dan menyenangkan.

Pulang kampung tidak mepet Lebaran ialah wujud kecerdasan itu. Mudik tanpa harus memaksakan diri lewat jalur-jalur utama juga bentuk kecerdasan itu. Bukankah dengan waktu libur lebih panjang pemudik lebih leluasa menentukan kapan dan lewat mana untuk mudik?

Dengan waktu libur yang lebih lama, bukan saatnya lagi pemudik di Pulau Jawa terfokus ke jalur pantura, tol, atau jalur tengah. Ada pansela yang jalannya mulus, relatif sepi dari kendaraan, dan berbonus panorama ciamik di sepanjang jalan. Jalur pansela dari Banten hingga Banyuwangi sepanjang 1.405 km sangat layak dilintasi.

Mudik lewat pansela tak cuma akan terbebas dari kemacetan, tapi juga akan dimanjakan pemandangan luar biasa molek. Di jalur itu mulai Banten hingga Daerah Istimewa Yogyakarta saja, tak kurang dari 56 objek wisata pantai terhampar indah. Mudik sambil berwisata, itulah yang dapat dilakukan saat pemudik menyusuri pansela.

Pemerintah menyiapkan banyak sarana dan prasarana dan pemudik secara cerdas memanfaatkannya. Itulah kunci bagi terciptanya mudik yang menggembirakan. Bisa berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara saat Lebaran ialah momentum yang amat menyenangkan. Ia akan lebih menyenangkan jika saat mudik ataupun balik nanti lancar, aman, dan nyaman.


Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

1 day Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA