Masa Tahanan Ketua DPRD Banjarmasin Diperpanjang

Juven Martua Sitompul    •    Senin, 13 Nov 2017 18:59 WIB
ott kpk
Masa Tahanan Ketua DPRD Banjarmasin Diperpanjang
Mantan Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali (IRS). Dia akan kembali mendekam di ruang tahanan selama 30 hari ke depan.

Tak hanya Iwan, masa penahanan koleganya, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Andi Effendi (AE), juga diperpanjang selama 30 hari ke depan. Perpanjangan masa penahanan keduanya terhitung sejak Selasa, 14 November 2017, sampai 13 Desember 2017.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari ke depan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 13 November 2017.

Menurut Febri, perpanjangan masa penahanan Iwan dan Andi dilakukan demi kepentingan penyidikan. Keduanya terjerat kasus dugaan korupsi pada penyertaan modal Pemerintah Kota Banjarmasin ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih.

Iwan Rusmali ditangkap KPK pada 14 September 2017. Selain Iwan, KPK juga mencokok Andi Effendi, Direktur Utama PDAM Bandarmasih Muslih, dan Manajer Keuangan PDAM Bandarmasih Trensis. Setelah pemeriksaan intensif, mereka ditetapkan sebagai tersangka. 

Baca: Ketua DPRD Banjarmasin Diperiksa sebagai Tersangka

Muslih dan Transis dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Iwan dan Andi disangkakan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(OGI)