Abun Sempat Diminta Rp9 Miliar oleh Staf Rita

Damar Iradat    •    Rabu, 02 May 2018 18:49 WIB
gratifikasi bupati kutai rita widyasari
Abun Sempat Diminta Rp9 Miliar oleh Staf Rita
Heri Susanto Gun alias Abun dikawal petugas memasuki Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/2). (Foto: MI/Rommy Pujianto).

Jakarta: Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun alias Abun mengaku sempat diminta uang Rp9 miliar oleh Rita Widyasari. Saat itu, kata dia, Rita masih mengikuti pemilihan bupati di Kutai Kertanegara (Kukar).

Abun mengatakan, permintaan itu tidak datang langsung dari Rita, melainkan lewat orang suruhan Rita, Hani Kristiyanto. Saat itu, kata dia, Hani sempat mendatanginya.

"Kata Hani, kalau tidak salah diminta dana Rp9 miliar. Itu Hani yang sampaikan," kata Abun saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan dengan terdakwa Rita dan Khairudin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Mei 2018.

Baca juga: Rita Diduga Beli Rumah dari Uang Suap Abun

Beberapa waktu kemudian, Abun ditemui oleh Rita. Namun saat itu, akunya, mereka tak membicarakan masalah uang. 

Pada pertemuan itu, Rita hanya meminta wejangan dari Abun untuk bisa memenangi Pilkada. Saat Rita terpilih sebagai orang nomor satu di Kukar, permintaan uang itu kembali datang.

"Hani menyampaikan jika Rita ingin meminjam uang sebesar Rp6 miliar. Rita membutuhkan dana karena kehabisan modal saat pilkada," ucapnya. 

Baca jugaRita Mengoleksi Berlian

Rita sebelumnya didakwa menerima suap dari Abun sebesar Rp6 miliar. Suap itu terkait pemberian izin lokasi perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kukar. 

Rita mengelak telah menerima suap Rp6 miliar dari Abun. Uang itu, menurut Rita, merupakan hasil transaksi jual beli emas.

Ia didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. 




(HUS)