Keterangan Bimanesh Buka Peluang Jerat Pelaku Lain

Muhammad Al Hasan    •    Jumat, 20 Apr 2018 23:55 WIB
korupsi e-ktp
Keterangan Bimanesh Buka Peluang Jerat Pelaku Lain
Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik Fredrich Yunadi (ketiga kanan) mendengarkan keterangan saksi yang juga terdakwa dalam kasus yang sama Bimanesh Sutarjo (tengah). Foto: Antara/Galih Pradipta

Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menganggap keterangan dokter Bimanesh Sutarjo soal skenario kecelakaan Setya Novanto berpeluang membuka tersangka baru dalam perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik. Keterangan Bimanesh di persidangan menguatkan dugaan KPK.

"Membenarkan sanggahan kami bahwa ada skenario," Kata Agus si gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat, 20 April 2018.

Agus mengatkan, keterangan Bimanesh membuka celah lebar adanya drama dan kepalsuan yang terencana dari para terdakwa. KPK tidak akan tinggal diam dan akan terus pasang mata.

"Dari situ sangat terbuka kemungkinannya siapa terlibat skenario itu, untuk menindaklanjuti siapa saja terlibat," kata Agus.

Baca: Bimanesh Diminta Ikuti Skenario Kecelakaan Novanto

Meski demikian, KPK tidak ingin gegabah dan buru-buru dalam menyeret tersangka baru. Komisi Antirasuah juga sudah mengantongi nama-nama yang kemungkinan besar terlibat dalam skenario kecelakaan Papa Setnov itu.

"Kemungkinan sangat terbuka, tapi kita hati-hati untuk membawa ke proses pengadilan," kata Agus

Sebelumnya dalam persidangan perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Fredrich Yunadi, Bimanesh  mengaku ditelpon Fredrich. Awalnya, Fredrich meminta Bimanesh agar merawat Novanto dengan diagnosis hipertensi. 

Baca: Bimanesh Temukan Banyak Kejanggalan dari Novanto

Namun, kemudian, Fredrich kembali menghubungi Bimanesh dan menyebut soal skenario kecelakaan. Ia mengaku tidak mengetahui maksud skenario kecelakaan tersebut.

Fredrich didakwa sebagai orang yang berinisiatif untuk meminta bantuan kepada Bimanesh agar dapat dirawat di RS Medika Permata Hijau. Sementara Bimanesh didakwa dengan tuduhan menyetujui permintaan Fredrich dan mengondisikan proses perawatan hingga rekam medis Novanto.

Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.




(DMR)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA