Kuasa Hukum Miryam Keberatan dengan Keterangan Ahli Psikologis

M Sholahadhin Azhar    •    Kamis, 18 May 2017 21:00 WIB
korupsi e-ktp
Kuasa Hukum Miryam Keberatan dengan Keterangan Ahli Psikologis
Miryam S. Haryani/ANT/SIgid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Tim Kuasa Hukum Miryam S Haryani, Heru Andeska menyatakan keberatan atas keterangan ahli psikologis dalam sidang praperadilan yang digelar Kamis 17 Mei 2017.

"Saya keberatan dengan keterangan ahli psikologis," katanya kepada wartawan usai sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut dia, keterangan dari ahli sangat rancu, terutama dalam menetapkan rekaman pemeriksaan Miryam sebagai alat bukti terkait intimidasi yang diterima kliennya.

Penetapan Miryam sebagai tersangka pada 5 April 2017, sementara pemeriksaan psikologis oleh saksi ahli baru dilakukan pada 17 Mei 2017. Atas dasar itu Heru berdalih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa menggunakan rekaman tersebut sebagai bukti.

"Pengambilan keterangan setelah penetapan, jadi bukan alat bukti penetapan tersangka," imbuh Heru.

Keberatan lain yakni pemeriksaan video oleh saksi ahli tidak utuh. Ahli psikologis klinis, Antonia Ratih Andjayani yang hadir saat persidangan juga mengakui hal itu.

Rekaman audio visual diterima dalam bentuk cuplikan-cuplikan. Ada yang berdurasi 2 jam dan yang paling lama yakni 3 jam 50 menit.

Selain itu saksi ahli juga mengakui ada video tanpa audio yang ikut diperiksa. "Itu periksa video tidak utuh, ada bagian yang dicepatkan dan ada yang tidak memiliki audio," pungkas Heru.


(SCI)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

1 hour Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA