Baleg akan Ambil Alih Revisi UU Narkotika sebagai Inisiatif DPR

Anggi Tondi Martaon    •    Senin, 17 Apr 2017 16:16 WIB
berita dpr
Baleg akan Ambil Alih Revisi UU Narkotika sebagai Inisiatif DPR
Petugas BNN melakukan uji laboratorium untuk mengetahui jenis narkotika yang dihasilkan saat penggerebekan. Foto: ANT/ Indrianto Eko Suwarso

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Legislasi DPR RI menerima audiensi pengurus pusat Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat). Kedua belah pihak sepakat akan mengambil alih inisiatif pembahasan revisi Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dari tangan pemerintah.

Wakil Ketua Baleg DPR RI Firman Soebagyo mengatakan, keputusan itu diambil karena pemerintah dianggap lamban menyelesaikan tugasnya dalam merevisi UU Narkotika, yaitu menyelesaikan naskah akademik. Padahal, revisi UU Narkotika sangat dibutuhkan karena perkembangan obat-obat terlarang dari hari ke hari makin mengkhawatirkan.

"Oleh karena itu dalam rapat hari ini bersama Granat kita sepakat bahwa bila pemerintah tidak siap, DPR bersama Granat siap mengambil alih dengan sektor terkait untuk mengambil alih inisiatif revisi UU Narkotika dan Psikotropika menjadi inisiatif DPR," kata Firman, di Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Senin 14 April 2017.

Politikus Golkar itu menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang pemerintah untuk menanyakan proses pembuatan naskah akademik pembahasan revisi UU Narkotika, sehingga ada kejelasan pemerintah terkait revisi UU Narkotika.

"Kita akan mengambil alih kalau pemerintah tidak siap. Kalau pemerintah tetap mempertahankan maka kita minta batas waktu sampai kapan haris dipersiapkan," ungkap dia.

Ketika ditanya waktu yang dibutuhkan untuk membuat naskah akademik, Firman menjawab, tidak terlalu lama. Biasanya, mampu menyelesaikan naskah akademik revisj sebuah  UU dalam waktu dua atau tiga bulan.

"Ini sudah hampir dua tahun. Ini menunjukkan ketidakseriusan pemerintah," tegasnya.


(ROS)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

5 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA