KPK Berencana Panggil Ulang Kepala Bakamla dalam Sidang

Surya Perkasa    •    Rabu, 19 Apr 2017 01:47 WIB
suap di bakamla
KPK Berencana Panggil Ulang Kepala Bakamla dalam Sidang
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Kemamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Arie Sudewo mangkir dari sidang kasus suap proyek pengadaan satelit monitor di Bakamla pekan lalu. Arie Sudewo akan dipanggil kembali oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bersaksi.

"Kita pertimbangkan untuk panggil lagi karena keterangan dia (Arie Sudewo) dibutuhkan lebih lanjut. Apalagi beberapa saksi sudah memberikan beberapa informasi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 18 April 2017.

Arie Sudewo diketahui tak dapat hadir dalam persidangan karena memiliki jadwal lain. Namun Febri tidak menjelaskan apakah Arie Sudewo sudah melayangkan surat keterangan tentang ketidakhadirannya ini.

Kesaksian Arie Sudewo dalam sidang suap proyek pengadaan satelit monitor di Bakamla dinilai sangat penting. Beberapa fakta dan konfirmasi dari Arie Sudewo sangat dibutuhkan.

Pihak KPK mengaku terus berkoordinasi dengan Puspom TNI. KPK juga sudah menyampaikan perkembangan fakta persidangan pada Puspom TNI.

"Kita harap POM TNI bekerja sama. Apalagi panglima katakan ada komitmen berantas korupsi siapapun yang terlibat kuat. Kita lihat perkembangan di POM TNI," tutup dia.

Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin 20 Maret, Deputi Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Bakamla juga merangkap pelaksana tugas Sekretaris Utama Bakamla Eko Susilo Hadi membenarkan bahwa Arie memerintahkannya untuk menerima fee 2% dari PT Tenchnofo Melati Indonesia (MTI) yang memenangi tender satelit monitoring.

"Saya diberi tahu, kemudian 7,5% itu akan diberikan terlebih dahulu 2%. Kemudian saya diperintah untuk menerima yang 2% dulu," kata Eko saat bersaksi untuk terdakwa Fahmi Darmawansyah.

Perintah keduanya, lanjut Eko, agar memberikan uang tersebut kepada Bambang Udoyo selaku Direktur Data dan Informasi Deputi Bidang Informasi, Hukum dan Kerja Sama Bakamla dan Nofel Hasan selaku Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla.

"Saya diminta memberikan kepada teman saya pak Bambang Udoyo Rp 1 miliar dan Novel Rp 1 miliar. Itu yang saya alami," kata dia.

Saat jaksa penuntut umum menanyakan perintah siapa, Eko tanpa ragu mengatakan jika itu perintah Kepala Bakamla Laksamana Madya Arie Sudewo. "Kepala Bakamla, Arie," ucapnya.


(DRI)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

5 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA