BPK Tindaklanjuti Pelanggaran Auditor BPK yang Terima Harley Davidson

Damar Iradat    •    Sabtu, 23 Sep 2017 02:16 WIB
suap di bpk
BPK Tindaklanjuti Pelanggaran Auditor BPK yang Terima Harley Davidson
Harley Davidson Sportster 883 yang menjadi hadiah atau janji dari Setia Budi untuk Sigit. (Foto: MTVN/Damar Iradat).

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) langsung menindaklanjuti kasus suap yang dilakukan Auditor Madya pada Sub Auditorat VII.B.2, Sigit Yugoharto sehingga harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Pada saat info yang diperoleh, kami langsung menindaklanjuti secara internal dengan pemeriksaan internal kepada yang bersangkutan," kata Juru Bicara BPK, Yudi Ramlan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 22 September 2017.

Yudi menjelaskan, saat ini pemeriksaan internal masih berlangsung. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar bagi Majelis Kode Kehormatan BPK untuk memutuskan sanksi kepada yang bersangkutan.

Secara prinsip, BPK tidak menolerir adanya pelanggaran hukum yang dilakukan oleh auditornya. BPK dan KPK juga secara kelembagaan terus bekerja sama.

"Proses pemeriksaan internal BPK akan kami koordinasikan (dengan KPK) sebagai bentuk dukungan kami untuk memperkuat penegakan hukum," ujarnya.

Jika Sigit terbukti bersalah, Majelis Kode Etik akan menentukan sanksi. Paling berat, kata dia, yang bersangkutan tidak lagi diizinkan menjadi auditor.

(Baca juga: Auditor BPK dan GM Jasa Marga jadi Tersangka Suap)

Sementara itu, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, saat ini Sigit telah ditahan setelah menjalani pemeriksaan pada Rabu, 20 September 2017. Dia ditahan selama 20 hari ke depan.

"Yang bersangkutan ditahan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur," tegas Febri.

Seperti diketahui, Sigit ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap dalam Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) terhadap kantor Cabang PT Jasa Marga Purbaleunyi. Ia diduga menerima hadiah atau janji berupa motor Harley Davidson Sportster 883 yang harganya ditaksir mencapai Rp115 juta.

Motor tersebut diberikan oleh General Manager PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Setia Budi. Setia Budi juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Diduga, pemberian hadiah tersebut berkaitan dengan pelaksanaan tugas pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim BPK yang diketuai oleh Sigit terhadap kantor cabang PT Jasa Marga Purbaleunyi. Pada tahun 2015 dan 2016 diindikasikan terdapat temuan kelebihan pembayaran terkait pekerjaan pemeliharaan periodik, rekonstruksi jalan, dan pengecekan marka jalan yang tidak sesuai dan tidak dapat diyakini kewajarannya.

Atas perbuatannya, Sigit disangkakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindakan Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001.

Sementara itu, sebagai tersangka pemberi suap, Setia Budi disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001.


(HUS)