Tito: Basri Cukup Diproses di Poso

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 23 Sep 2016 14:50 WIB
santoso cs
Tito: Basri Cukup Diproses di Poso
Kapolri Jenderal Tito Karnavian -- MTVN/Lukman Diah Sari

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut pemeriksaan Basri tidak perlu dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88. Basri cukup diproses di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Enggak (dibawa ke Jakarta), di Poso. Kita kan sudah tau dia (Basri). Dia sudah beberapa kali ditangkap, cukup ditangani di Poso karena Polda Sulteng mampu," ucap Tito di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2016).

Tito menjelaskan, pihaknya tidak akan menggali banyak keterangan dari Basri. Pasalnya, peranan Basri di kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) hanya sebagai penggerak.

"Dia (Basri) enggak banyak tahu. Dia bukan pemikir, dia adalah muscle, dia adalah pemukul. Kan dulu pernah ditangkap, bawa ke sini, vonis 20 tahun, lari," Kata Tito.

Pada 14 September 2016, satgas Tinombala meringkus Muhammad Basri beserta istri di Sungai Napu, Poso Pesisir. Tak selang lama kemudian, tim juga melumpuhkan Adji, salah satu anak buah Santoso dan Basri.

(Baca: Basri Anak Buah Teroris Santoso Ditangkap Hidup)

Dengan begitu, jumlah kelompok MIT hanya tersisa 11 orang dan sudah jauh melemah. Lantaran tak ada lagi sosok pemikir dalam kelompok teroris tersebut, hanya tinggal Ali Kalora yang dianggap sebagai tokoh.

"Tidak ada yang pemikir. Ali Kalora ini foot soldier. Ini sudah jauh melemah," pungkas Tito.

 


(NIN)

Video /