Pimpinan DPD Belum Bisa Besuk Irman Gusman di Rutan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 22 Sep 2016 11:48 WIB
irman gusman ditangkap
Pimpinan DPD Belum Bisa Besuk Irman Gusman di Rutan
Ketua DPD Irman Gusman (tengah) keluar dari gedung KPK seusai diperiksa penyidik terkait kasus dugaan suap kuota impor gula, Jakarta, Sabtu (17/9/2016). Foto: MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Pimpinan DPD RI harus mengurungkan niatannya untuk membesuk Ketua nonaktif DPD Irman Gusman di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Pasalnya, penyidik belum mengizinkan Irman dibesuk selain oleh keluarganya.

"Belum bisa besuk. Katanya baru ada email (surat elektronik) dari penyidik KPK ke DPD," kata Protokol DPD RI Suhartono di Gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/9/2016).

Menurut Suhartono, pimpinan DPD menyesalkan keputusan KPK tersebut. Sebab, DPD tidak memiliki kepentingan terkait penyidikan KPK yang menjerat Irman. "Tapi kita hormatilah proses di KPK. Katanya yang bisa besuk hanya keluarga," ujar dia.

Sebelumnya, sejumlah pimpinan DPD yang diwakilkan oleh Wakil Ketua DPD I DPD Farouk Muhamad, Wakil Ketua II DPD Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan Sekretaris Jenderal Sudarsono Hardjosoekarto rencananya hari ini akan membesuk Irman di Rutan Guntur.


Ketua DPD Irman Gusman (tengah) keluar dari gedung KPK seusai diperiksa penyidik terkait kasus dugaan suap kuota impor gula, Jakarta, Sabtu (17/9/2016). Foto: Antara/Yudhi Mahatma

Irman ditangkap dalam operasi tangkap tangan bersama Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaverandy Sutanto, Memei dan Willy Sutanto adik Xaverandy dan Joko Suprianto ajudan Irman. Suap diberikan di rumah dinas Irman.

Irman diduga menerima duit suap Rp100 juta terkait pengurusan kuota gula impor yang diberikan Bulog pada CV Semesta Berjaya tahun 2016 di Sumbar. Irman diduga memberikan rekomendasi pada CV Semesta Berjaya supaya mendapat jatah.

Irman sebagai penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Xaveriandy dan Memi sebagai pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

 


(MBM)

Video /