Kapolri Ingatkan Pati Polri Resistensi Keamanan Pilkada

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 23 Sep 2016 10:37 WIB
pilkada serentak
Kapolri Ingatkan Pati Polri Resistensi Keamanan Pilkada
Kapolri Jenderal Tito Karnavian - MTVN/Lukman

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengingatkan pejabat tinggi (pati) Polri meningkatkan pengamanan di tiap wilayah yang ikut dalam Pilkada Serentak 2017. Resistensi keamanan harus diperhatikan.
 
Hal itu dikatakan Tito Karnavian saat serah terima jabatan dan pelantikan pati Polri di Mabes Polri.
Pelantikan itu dihadiri Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, Menteri Agraria Sofyan Djalil, dan sejumlah pejabat utama.
 
Dalam kesempatan itu, Tito mengingatkan seluruh Kapolda baru untuk siaga jelang Pilkada serentak 2017. Salah satunya yakni kepada Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, "Harapannya supaya bapak bisa mengendalikan Jakarta," kata Tito di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2016).
 
Sejumlah pejabat yang dilantik yakni, Irjen Moechgiyarto yang sebelumnya menjabat Kapolda Metro Jaya kini menjadi Kalemdikpol menggantikan Komjen Syafruddin.
 
Posisi yang ditinggalkan Moechgiyarto digantikan Irjen M Iriawan. Kemudian, Brigjen Rio Septianda Djambak yang sebelumnya menjabat Wakapolda Aceh naik jadi Kapolda Aceh, menggantikan Irjen M Husein Hamidi.


 
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, seluruh Kapolda telah membuat operasi mantap praja yang dimulai sejak pendaftaran calon kepala daerah di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat. Operasi mantap praja ini dipimpin Kapolda dan Kapolres di wilayah masing-masing.
 
Mabes Polri, kata Boy, mendukung pengamanan termasuk personel jika dibutuhkan. Boy mengungkap tiga daerah yang diwaspadai dalam gelaran pilkada serentak tahun depan.
 
"Pertama Provinsi Aceh, kedua DKI Jakarta, dan ketiga Papua Barat," kata Boy.
 
Boy tak mengetahui detail pelaksanaan pengamanan pilkada. Sebab, Mabes Polri telah menginstruksikan seluruh Kapolda untuk mengatur segala hal yang berhubungan dengan operasi pengamanan.
 
"Termasuk koordinasi, latihan pengamanan sudah berjalan, tinggal action ke depan, frekuensi makin padat terutama setelah ditetapkannya pasangan calon oleh KPU dan memasuki masa kampanye," jelas Boy.
 
Boy mengungkapkan, alasan menjadikan Aceh sebagai prioritas pengamanan pertama karena laporan dari intelijen. Intelijen melihat pelaksanaan pilkada cukup rawan gesekan antarkelompok masyarkat.
 
"Laporan intelijen perlu ditingkatkan pengamanan, isunya rawan konflik sosial, itu antara lain," kata Boy.


 


(FZN)

Video /