Wawan Atur Pembagian Uang untuk Pejabat Pemprov Banten

Damar Iradat    •    Rabu, 29 Mar 2017 16:37 WIB
tubagus chaeri wardanaalkes banten
Wawan Atur Pembagian Uang untuk Pejabat Pemprov Banten
Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan (tengah) terdakwa kasus korupsi proyek-proyek RSUD dan alat kesehatan sejumlah Puskesmas di Tangsel menyimak keterangan saksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Serang, Banten, Rabu (18/5/2016).Foto: Antara/Asep Fathulra

?Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan karyawan PT Bali Pacific Pragama, Dadang Priatna, membeberkan seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten menerima uang 7 persen hasil dari anggaran pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten. Dalam anggaran itu, mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah disebut mendapat Rp3,85 miliar.

Dadang menjelaskan, pembagian uang itu diatur adik Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Angka 7 persen yang dibagikan ke sejumlah pejabat merupakan hasil hitung-hitungan antara Wawan dan Direktur PT Java Medika, Yuni Astuti. 

Dadang menuturkan, kesepakatan pembagian hasil sudah diatur. Dari nilai proyek 100 persen dibagi untuk Wawan 43,5 persen dari real cost setelah dikurangi pajak PPN dan PPH. 

"7 persen untuk dinas, sedangkan 56,5 persen merupakan bagian Bu Yuni untuk modal belanja barang dan hasil untungnya," kata Dadang saat bersaksi untuk terdakwa Atut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Maret 2017. 

Dadang mengungkapkan besaran 7 persen diberikan kepada Dinas Kesehatan. Nantinya, Dinas Kesehatan yang mengalirkan ke gubernur, wakil gubernur, sekda, muspida, dan lain-lain. 

Selain itu, Dadang juga menjelaskan soal penyusunan dan penentuan harga dan spesifikasi. Hal tersebut sudah di-mark up terlebih dahulu oleh Yuni. "Kan dari pagu sudah masuk 43,5 persen bagian Pak Wawan dan keluar 7 persen untuk dinas," tegasnya. 

Dadang juga membeberkan, dalam pembagian uang, Atut mendapat Rp3,85 miliar. Uang yang diberikan kepada Atut dibayar secara berkala. 

Kabid Pelayanan RSUD Banten Jana Sunawati membenarkan kesaksian Dadang. Jana yang dihadirkan sebagai saksi mengakui dirinya yang menjadi perantara pemberian uang kepada Atut. "Uang itu diambil di rumah saya oleh Iim, orangnya Ibu Atut," ungkap Jana. 

Jana mengatakan, proses pengambilan uang untuk Atut biasanya diawali sambungan telepon dari Jana kepada Iim untuk memberitahu jika uangnya sudah dapat diambil. Nantinya, Iim langsung mengambil uang yang ditaruh dalam plastik hitam untuk diberikan kepada Atut. 


(MBM)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA