Polda Metro Sudah Terima 15 Laporan soal KSP Pandawa

Anindya Legia Putri    •    Jumat, 17 Feb 2017 18:46 WIB
investasi bodong
Polda Metro Sudah Terima 15 Laporan soal KSP Pandawa
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: Metrotvnews.com/ Deny Irwanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi masih menyelidi kasus dugaan investasi bodong yang menyeret pemilik Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Group, Salman Nuryanto.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, sejauh ini polisi sudah menerima 15 laporan dari puluhan korban Pandawa Group.

"Pandawa itu sudah ada 15 laporan, ada juga yang klarifikasi sekitar 30 orang. Yang datang klarifikasi bukan laporan, tapi dia juga korban. Semua nantinya kita mintai keterangan," kata Argo saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat 17 Februari 2017.

Baca: Pimpinan KSP Pandawa Sudah Dua Pekan Tinggalkan Rumah

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu menjelaskan, polisi masih memburu Salman Nuryanto. Argo enggan membeberkan cara memburu Nuryanto. Argo juga meminta bantuan masyarakat jika mengetahui keberadaan Nuryanto.

Nuryanto kini telah menjadi tersangka. Ia diduga kabur setelah terjerat kasus penipuan terhadap ratusan nasabah. Kasusnya pun sudah ditingkatkan ke penyidikan.

"Kita masih cari informasinya. Kalau ada yang tahu tempatnya di mana, bisa informasikan ke saya. Sedang kita cari," jelas Argo.

Baca: Waspadai Modus Baru Investasi Ilegal Berkedok Pembebasan Utang Bank

KSP Pandawa Mandiri Group kolaps setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memerintahkan penghentian seluruh kegiatan penghimpunan dana sejak 11 November 2016.

Perintah penghentian itu dilakukan karena KSP Pandawa Mandiri Group hanyalah sebuah koperasi, bukan lembaga keuangan. Dalam praktiknya, KSP Pandawa Mandiri Group beraktivitas layaknya bank dengan tawaran bunga investasi yang sangat tinggi, yakni 10 persen per bulan.

Semula kasus ini ditangani Polres Depok, kini dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Karena itu, untuk mengungkap kasus penipuan tersebut, Polda Metro Jaya menggandeng OJK, lantaran korban diketahui tidak hanya dari Depok.


 


(DEN)