Johan: Korupsi Orde Baru Tak Terdengar karena Dibiarkan

M Sholahadhin Azhar    •    Rabu, 09 Jan 2019 16:57 WIB
kasus korupsi
Johan: Korupsi Orde Baru Tak Terdengar karena Dibiarkan
Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

Jakarta: Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi merespons anggapan maraknya korupsi di era Presiden Joko Widodo. Ia mengakui saat ini masalah korupsi memang kerap jadi perbincangan dibandingkan ketika Orde Baru.

"Memang jaman dulu tak terdengar, saat Orde Baru. Karena enggak diberantas," kata Johan di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Januari 2019.

Menurut dia, tak ada data akurat yang bisa memaparkan bila di era Jokowi korupsi semakin marak, apalagi jika dibandingkan dengan Orde Baru. Pihak yang menuding dipastikan tak memakai data dan hanya asal bicara.

"Yang ada, sekarang ini upaya penegakan kasus korupsi tanpa pandang bulu," imbuh mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Dia juga mengkritisi analogi sederhana soal maraknya kasus korupsi melalui banyaknya penangkapan koruptor. Padahal, kata dia, hal itu jelas tak bisa dipakai menjadi indikator.

Johan menyebut penangkapan koruptor justru menjadi bukti bila tak ada toleransi dari penegak hukum. Siapa pun yang mencuri uang negara ditindak. Hal ini juga mendapat dukungan penuh pemerintah.

Baca: Penanganan Kasus Korupsi oleh KPK Meningkat

"Jadi tidak benar kalau mendasarkan bahwa korupsi di indonesia itu stadium 4 karena banyak orang ditangkap. Banyak orang ditangkap itu karena penegakannya yang bagus," sebut dia.

Johan lantas menyinggung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang tudingan maraknya kasus korupsi. Menurut dia, ada hubungan antara pernyataan Prabowo tentang kanker stadium 4 dengan pernyataan soal Indonesia hancur di 2030.

"Mungkin dia pernah baca novel lain lagi," kata Johan sambil tertawa.




(OGI)