Praperadilannya Ditolak, Siti Fadilah Siap Ikuti Proses Hukum KPK

Arga sumantri    •    Selasa, 18 Oct 2016 19:46 WIB
kasus korupsi
Praperadilannya Ditolak, Siti Fadilah Siap Ikuti Proses Hukum KPK
Mantan Menkes Siti Fadilah Supari. Foto: Antara/Wahyu Putro A

Metrotvnews.com, Jakarta: Permohonan praperadilan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menanggapi hal itu, Siti Fadilah Supardi memastikan akan mengikuti tahapan lanjutan penyidikan kasus korupsi yang menjeratnya. Melalui pengacaranya, Achmad Cholidin menyatakan, Siti Fadilah siap dipanggil KPK sebagai tersangka.

"Akan hadir (panggilan KPK). Kita akan buktikan kembali nanti kalau sudah masuk pokok perkara," kata Cholidin usai sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2016).

Cholidin meyakinkan, pihaknya bakal membuktikan kalau Siti Fadilah tidak menerima sepeserpun aliran Mandiri Travellers Cheque (MTC) dari terdakwa kasus korupsi pengadaan alat kesehatan, Rustam Pakaya. Cholodin tahu, pembuktian itu saat ini hanya bisa dibeberkan di persidangan pokok perkara.

"Pada saat masuk pokok perkara kita akan buktikan apakah benar aliran MTC itu masuk ke beliau," ungkap Cholidin.

(Baca juga: Gugatan Praperadilan Siti Fadilah Ditolak)

Cholidin memastikan, Siti tidak akan mengajukan diri sebagai juctice collabolator. Sebab, mantan Menteri Kesehatan itu merasa tidak pernah menerima aliran duit dari Rustam Pakaya.

"Terdakwa sendiri mengatakan tidak pernah memberi apapun ke ibu Siti. Maupun ibu Siti, tidak pernah menerima, baik itu dari perantara atau apapun. Kita akan buktikan," ujar Cholidin.

(Baca juga: Empat Poin Utama Gugatan Praperadilan Siti Fadilah)

Hakim tunggal Ahmad Rivai telah menolak seluruh permohonan praperadilan Siti Fadilah. Rivai menilai KPK telah melakukan prosedur yang benar dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap Siti Fadilah. Sehingga, status tersangka korupsi, tetap melekat pada Menteri Kesehatan era Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Siti Fadilah sebagai tersangka korupsi. Siti disangka menerima hadiah atau janji dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan pusat penanggulangan krisis Kementerian Kesehatan.

(Baca juga: Jadi Tersangka, Siti Fadilah: KPK Menarget Saya)

Siti Fadilah Supari dianggap memiliki keterkaitan tindak pidana yang dilakukan terdakwa mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Rustam Syarifuddin Pakaya. Dia diduga turut menerima Mandiri Travellers Cheque (MTC) senilai Rp1,375 miliar. Duit itu terkait proses pengadaan alat kesehatan I untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan dari dana DIPA Revisi APBN Pusat Penanggulangan Krisis Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan RI Tahun Anggaran 2007.

Siti disangka melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat (2) juncto. Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 


(MBM)