Kasus Freeport Disinyalir Memengaruhi Perlawanan di Papua

Lis Pratiwi    •    Senin, 13 Nov 2017 13:33 WIB
kelompok ekstremiskelompok bersenjata di papua
Kasus Freeport Disinyalir Memengaruhi Perlawanan di Papua
Ilustrasi kelompok bersenjata, MTVN - M Rizal

Jakarta: Peneliti tim kajian Papua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cahyo Pamungkas menyebut, terjadi pergeseran pola perlawanan masyarakat Papua. Tindakan yang sebelumnya dilakukan secara demokratis, kini lebih terbuka dengan munculnya gerakan bersenjata.

Cahyo mengatakan, gerakan ini muncul usai kasus di Tembagapura dan Timika. Tepatnya, setelah berlangsungnya negosiasi yang dilakukan antara PT Freeport dengan Pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu. 
 
“Saya tidak mencurigai ini ada keterkaitannya dengan Freeport, tetapi moment-nya itu berkaitan dengan negosiasi saham antara Pemerintah Indonesia dengan Freeport,” kata dia kepada Metrotvnews.com, Senin 13 November 2017.

Cahyo menuturkan, ada pesan yang ingin disampaikan dari perubahan pola pergerakan ini. “Mungkin kalau pesan yang ingin disampaikan, libatkanlah orang Papua, libatkan gerakan perlawanan politis Papua di dalam proses-proses politik tentang Papua,” beber dia.

Gerakan demonstrasi yang selama ini dilakukan di Tembagapura dan Timika baru berubah menjadi gerakan besenjata sejak beberapa hari lalu. Cahyo menyebut, sebelumnya, perlawanan masyarakat Papua dilakukan secara sporadis.

“Misalnya saja kelompok Kelly Kwalik di Timika dan kelompok Matias Wenda yang bermarkas di Victoria, perbatasan Papua Nugini. Sekarang saya melihat tiba-tiba ada pergeseran ya (pola gerakannya),” tutur dia. 



 


(REN)

Istri Novanto akan Diperiksa Besok

Istri Novanto akan Diperiksa Besok

38 minutes Ago

Rencananya, Deisti akan diperiksa, besok, Senin, 20 November 2017.

BERITA LAINNYA