Politikus PKS Dituntut 10 Tahun Penjara

Damar Iradat    •    Rabu, 21 Feb 2018 19:16 WIB
suap proyek di kemenpu-pera
Politikus PKS Dituntut 10 Tahun Penjara
Terdakwa kasus korupsi Yudi Widana - MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yudi Widana Adia dituntut hukuman 10 tahun penjara. Ia dinilai terbukti bersalah secara sah telah menerima lebih dari Rp11 miliar dari pengusaha Soe Kok Seng alias Aseng. 

Selain tuntutan hukuman penjara, Yudi juga dituntut untuk membayar denda Rp1 miliar dengan subsider enam bulan kurungan. Jaksa juga menuntut agar hakim menjatuhkan hukuman berupa pencabutan hak untuk dipilih selama lima tahun setelah menjalani pidana pokok.

"Terdakwa Yudi Widiana Adia telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," kata jaksa Iskandar Marwanto saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Februari 2018. 

Dalam menyusun surat tuntutan, jaksa mempertimbangkan perbuatan memberatkan Yudi. Yakni, perbuatan Yudi tidak mendukung program pemerintah, menciderai amanat rakyat sebagai anggota DPR, dan tidak berterus terang. 

Sementara itu, pertimbangan yang meringankan yakni Yudi bersikap sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum. 

Yudi sebelumnya didakwa menerima uang suap sejumlah Rp11,1 miliar. Uang tersebut diterima Yudi setelah memuluskan usulan proyek jalan dan jembatan di Maluku dan Maluku Utara tahun anggaran 2015 dan 2016. 

Dalam dakwaan pertama, Yudi disebut telah menerima uang sejumlah Rp4 miliar dalam bentuk mata uang rupiah dan dollar Amerika Serikat. Uang tersebut diberikan oleh Komisaris PT Cahaya Perkasa Soe Kok Seng alias Aseng setelah Yudi menyalurkan usulan proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan di wilayah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX (BPJN IX) Maluku dan Maluku Utara sebagai usulan 'Program Aspirasi' untuk tahun anggaran 2015.

Yudi juga didakwa telah menerima uang sejumlah Rp2,5 miliar dan USD214.300 (sekitar Rp2,8 miliar) dan USD 140.000 (sekitar Rp1,8 miliar). Sehingga, total uang yang diterima Yudi setelah mengusulkan 'Program Aspirasi' di tahun anggaran 2015 dan 2016 mencapai Rp11,1 miliar. 

Uang ini kembali diberikan oleh Aseng agar Yudi Widiana sebagai anggota DPR RI Komisi V kembali mengusulkan 'Program Aspirasi' pada anggaran tahun 2016. Namun, sebelum program ini berjalan, kasus ini terungkap oleh KPK dengan ditangkapnya Damayanti Wisnu Putranti.

Yudi dinilai telah melanggar Pasal 12 huruf b dan Pasal 12 huruf a Undang-undanf nomor 31 tahun 99 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. 




(REN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA