Tersangka Kasus Jepara Masih di Saku KPK

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 05 Dec 2018 15:30 WIB
kasus suappenggeledahan
Tersangka Kasus Jepara Masih di Saku KPK
Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan ada tersangka usai penggeledahan Kantor Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi, kemarin. Namun, KPK belum mau menyebut nama tersangka yang dimaksud.

"Penyidikan di KPK tentu sudah ada tersangkanya, tapi siapa yang jadi tersangka belum bisa disampaikan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 5 November 2018.

Febri belum mau memerinci kasus ini karena tim masih bertugas di lapangan. Semua perkembangan dari hasil penyidikan akan diungkap secara resmi dalam konferensi pers.

"Nanti kalau sudah selesai baru bisa disampaikan," ujar dia. 

Febri mengungkapkan sejauh ini tim telah menyita sejumlah dokumen dari Kantor Bupati Jepara. "Karena di beberapa lokasi itu kami duga ada bukti-bukti yang perlu dikumpulkan dan dianalisis terlebih dahulu," pungkas dia. 

Dalam kasus ini, KPK menduga Ahmad Marzuqi memberikan sejumlah uang kepada hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Pemberian uang tersebut terkait dengan putusan praperadilan PN Semarang Tahun 2017.

(Baca juga: KPK Kantongi Nama Tersangka Terkait Penggeledahan Ruang Bupati Jepara)

Namun, Komisi antirasuah belum mau mengungkap nominal uang yang diduga diberikan Marzuqi kepada hakim PN Semarang. Dari informasi yang dirangkum dalam sejumlah pemberitaan, hakim tunggal PN Semarang Lasito membatalkan status tersangka Bupati Jepara Ahmad Marzuqi pada November 2017 lalu.

Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menetapkan Marzuqi sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi dana bantuan keuangan untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jepara tahun 2011-2012.

Hakim Lasito membatalkan sprindik atas nama Marzuqi nomor 1092/O.3/Fd.1/07/2017 tertanggal 26 Juli 2017. Pembatalan penetapan tersangka Marzuqi ini pernah dilaporkan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) ke Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA).




(REN)