Edy Saputra Didakwa Suap Anggota DPRD Kalteng

Nur Azizah    •    Jumat, 11 Jan 2019 13:35 WIB
korupsi
Edy Saputra Didakwa Suap Anggota DPRD Kalteng
Direktur PT Binasawit Abadi Pratama sekaligus Wadirut PT SMART Edy Saputra Suradja didakwa memberikan suap kepada sejumlah anggota DPRD Kalimantan Tengah--Medcom.id/Nur Azizah.

Jakarta: Direktur PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) sekaligus Wadirut PT SMART Edy Saputra Suradja didakwa memberikan suap kepada sejumlah anggota DPRD Kalimantan Tengah. Suap itu terkait dugaan pembuangan limbah di Danau Sembuluh.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Nugraha mengatakan, suap tersebut untuk memuluskan perizinan PT BAP yang bermasalah.

"Terdakwa (Edy Saputra) telah melakukan atau turut serta memberi atau menjanjikan sesuatu Rp240 juta kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara (anggota DPRD Kalteng)," kata Budi saat membacakan surat dakwaan di Gedung Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Jumat, 11 Januari 2019.

Anggota DPRD Kalteng yang menerima suap yaitu Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng Punding LH Bangkan, Komisi B DPRD Kalteng‎ Arisavanah dan Edy Rosada, dan Arisavanah. Mereka merupakan anggota DPRD 2014-2019.

"Suap tersebut supaya penyelenggara negara berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatan," ucap dia.

Baca: KPK Panggil Pejabat Kementerian Lingkungan Hidup

Dalam kasus ini, DPRD Kalteng tidak melakukan rapat dengar pendapat (RDP) terkait dugaan pencemaran limbah sawit di Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalteng. JPU menyebut tindakan ini telah bertentangan dengan kewajiban Borak dan anggota DPRD lainnya.

Atas perbuatannya, Edy didakwa melanggar Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 21 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1.


(YDH)