Suap Meikarta ke Pejabat Pemprov Jabar Diselisik

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 09 Jan 2019 18:45 WIB
meikartaOTT Pejabat Bekasi
Suap Meikarta ke Pejabat Pemprov Jabar Diselisik
Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Eks Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta, milik Lippo Group di Bekasi. Aher dihadirkan sebagai saksi untuk tersangka Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Sepanjang pemeriksaan, penyidik mencecar pengetahuan Aher tentang aliran dana suap Lippo Group. "Diklarifikasi juga pengetahuan saksi tentang dugaan aliran dana terhadap sejumlah pejabat atau pegawai Pemprov Jabar," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.

Baca: Aher Akhirnya Memenuhi Panggilan KPK

Penyidik juga mendalami peran Aher. Ahek 'dikorek' soal peran dan kewenangan memuluskan proyek tersebut.

"Sebagai gubernur sehubungan dengan rekomendasi perizinan Meikarta," jelas Febri.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek ialah PT Mahkota Sentosa Utama, anak PT Lippo Cikarang Tbk. Sedangkan PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Baca: KPK Duga Biaya Pelesiran Anggota DPRD Bekasi dari Korupsi Meikarta

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis Mochtar Riady itu berdiri.

Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.




(OJE)