Menetapkan Tersangka Otoritas Penyidik

   •    Jumat, 13 Apr 2018 10:04 WIB
bank century
Menetapkan Tersangka Otoritas Penyidik
akil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif (kiri) bersama Juru Bicara MA Suhadi (kanan). (Foto: MI/Arya Manggala)

Jakarta: Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tentang penetapan tersangka baru dalam kasus skandal Bank Century terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) boleh jadi sudah berkekuatan hukum tetap. Namun dalam pelaksanaannya, penetapan tersangka tetap berada di tangan penyidik.

Juru bicara Mahkamah Agung Suhadi mengatakan dalam amar putusan atas gugatan praperadilan yang diajukan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) KPK hanya diperintahkan melakukan penyidikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara, perintah menetapkan sejumlah nama sebagai tersangka baru dalam kasus tersebut kemungkinan berhubungan dengan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atas Budi Mulya.

"Jadi walaupun ada putusan praperadilan itu, untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka otoritasnya penyidik dengan memerhatikan syarat-syarat seseorang bisa dijadikan sebagai tersangka," ujar Suhadi, dalam Primetime News, Kamis, 12 April 2018.

Suhadi menduga, pengajuan praperadilan berangkat dari sangkaan MAKI bahwa KPK telah menghentikan proses hukum atas kasus skandal Bank Century. Padahal boleh jadi yang sebenarnya terjadi penyidikan masih berlanjut namun belum sampai pada tahap peradilan.

Meski begitu, ia mengatakan pihaknya sudah membentuk tim untuk meneliti dan mengkaji putusan tersebut. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu apakah antara pertimbangan hukum dan amar putusan atas praperadilan itu sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

"Tapi yang pasti melaksanakan putusan itu artinya melaksanakan penyidikan sesuai dengan putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap. Soal apakah seseorang bisa dijadikan tersangka atau tidak itu sepenuhnya otoritas penyidik," jelasnya.




(MEL)