Antisipasi Benturan di Masyarakat, Pansus Minta Pengamanan Polri

Husen Miftahudin    •    Jumat, 14 Jul 2017 19:03 WIB
korupsi e-ktp
Antisipasi Benturan di Masyarakat, Pansus Minta Pengamanan Polri
Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Pansus Angket KPK, Agun Gunandjar Sudarsa menyatakan pertemuan pihaknya dengan Polri untuk menghindari terjadinya benturan di masyarakat. Dia bilang Pro dan kontra akan adanya pansus angket berpotensi menimbulkan kegaduhan.

"Adanya pansus kan timbul pro dan kontra. Bila sampai suatu ketika terjadi benturan, ini akan mengganggu tugas-tugas Pansus, tolong bapak (Kapolri) memberikan pengamanan," ujar Agun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat 14 Juli 2017.

Permintaan pendampingan itu disebut Agun agar pansus angket berjalan sesuai perundang-undangan. "Kami minta bapak (Kapolri) memberikan peran yang mendukung pansus angket agar efektif perjalanannya," tegas dia.

Di lain hal, dia membantah bila pertemuan Pansus Angket dengan Polri untuk meminta perlindungan. Sebab tidak ada pengamanan khusus untuk pansus angket.

"Enggak ada Pansus minta perlindungan. Yang justru terjadi di publik ini muncul pro dan kontra, ini yang akibatnya kami harus melakukan langkah komunikasi dan koordinasi dengan Mabes Polri," jelas Agun.

Pertemuan Polri dengan Pansus Angket KPK terjadi pada Rabu 12 Juli 2017. Pertemuan digelar tertutup di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui akan mendampingi Pansus Angket KPK selama melakukan proses penyelidikan. Menurut dia, pendampingan itu bagian dari kewajiban institusi Polri.

Tak hanya pada proses penyelidikan, Polri juga menjamin keamanan para anggota Pansus Angket KPK selama memeriksa saksi-saksi dan meminta keterangan narasumber.
 


(SCI)

Pengamat: Kasus Novanto Terburuk Sepanjang Sejarah Pimpinan DPR

Pengamat: Kasus Novanto Terburuk Sepanjang Sejarah Pimpinan DPR

26 minutes Ago

Zuhro menilai kasus yang menjerat Novanto merupakan kasus terberat yang pernah menimpa pemimpin…

BERITA LAINNYA