Polisi Surati Kedutaan Jerman Sebelum Periksa Presdir Allianz

Damar Iradat    •    Sabtu, 30 Sep 2017 22:24 WIB
asuransiallianz
Polisi Surati Kedutaan Jerman Sebelum Periksa Presdir Allianz
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Foto: Antara/Reno Esnir).

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian berencana menyurati Kedutaan Jerman menyusul bakal dipanggilnya Presiden Direktur PT Allianz Life Indonesia, Joachim Wesling. Joachim Wesling merupakan tersangka dugaan pelanggaran perlindungan konsumen.

"Ya warga Jerman, kami akan membuat surat ke kedutaan terlebih dahulu," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Sabtu 30 September 2017.

(Baca juga: Polisi Periksa Bos Asuransi Allianz sebagai Tersangka Pekan Depan)

Argo menjelaskan, surat tersebut bakal dikirim untuk memberitahu bahwa salah seorang warga negaranya menjadi tersangka di bawah otoritas Indonesia. Sementara itu, rencana pemanggilan Joachim akan dilaksanakan sekira pekan depan.

"Kami masih menunggu dari penyidik, kapan agendanya nanti akan dipanggil yang bersangkutan sebagai tersangka. Perkiraan minggu depan baru kami periksa," paparnya.

(Baca juga: YLKI: Kasus Klaim Asuransi Allianz Harus Diusut Tuntas)

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling, dan Manajer Claim PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Yuliana Firmansyah, ditetapkan sebagai tersangka. Dalam waktu dekat keduanya akan diperiksa.

"Betul (jadi tersangka), nanti saya lihat rencana sidiknya ya," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan belum lama ini.

(Baca juga: OJK Bakal Panggil Manajemen Allianz Bahas Penetapan Dirut jadi Tersangka)

Sementara itu, kuasa hukum pihak pelapor, Alvin Lim mengatakan, kliennya yang bernama Ifranius Algadri telah melaporkan Joachim dan Yuliana. Ifranius merasa dipersulit saat meminta klaim biaya perawatan rumah sakit.

Alvin menjelaskan, pihak Allianz selalu meminta catatan medis lengkap dari rumah sakit sebagai syarat untuk mencairkan atau klaim. Padahal, rumah sakit tidak pernah memperkenankan memberi catatan medis lengkap karena melanggar Permenkes No 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis.

Dalam kasus ini Allianz diduga telah menipu sejumlah nasabahnya dengan proses klaim yang tidak mungkin bisa dipenuhi nasabah. Klaim nasabah akan hangus dalam waktu dua minggu kerja. "Kasus ini intinya perusahaan Allianz menggunakan modus tipu daya untuk menolak klaim nasabah secara halus tapi melanggar hukum. Dalam waktu dua minggu tanpa adanya surat lengkap rekam medis, klaim ditolak," terang Alvin.

Laporan terhadap, Joachim Wessling dan Yuliana Firmansyah tertera dalam Laporan Polisi Nomor: LP/1645/IV/2017/Dit Reskrimsus tanggal 3 April 2017 tentang diduga tindak pidana di bidang perlindungan konsumen dan Laporan Polisi Nomor: LP/1932/IV/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tanggal 18 April 2017.


(HUS)